|
PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Tim Medis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang menangani ayi kembar siam pasangan Arman (44) dan Haryani (35), warga Jalan Tanjung Medang, Kecamatan Lima Puluh ini, belum berniat untuk merujuk bayi siam (multiple anomali) ini ke rumah sakit lain.
Hal ini ditegaskan Direktur Utama RSUD Arifin Achmad Yulwiriati Moesa kepada riauplus.com, ketika dikonfirmasi tentang kondisi terakhir bayi siam yang tergolong langka. Menurutnya, sejauh ini tim medis yang dipimpin dr Tubagus Odhi SpBA masih memeriksa kondiisi bayi kembar itu.
"Rujuk tergantung hasil pemeriksaan medis. Karena dirujuk itu, kan banyak hal yang harus dipertimbangkan,"ujar Yulwiriati, Jumat (3/8/12) di Kantor Gubernur Riau.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan itu diantaranya, dari segi kesiapan kondisi fisik dari bayi."Apakah bayi ini perlu diberikan fentilator, karena harus butuh itu untuk masuk pesawat,"jelasnya.
Ketika ditanyakan apakah Tim Medis RSUD Arifin Achmad masih mampu menanganinya?Yulwiriati mengaku, kalau pihaknya masih sanggup. Namun secara teknis, bayi kembar siam itu masoh dalam pengawasan tim medis RSUD Arifin Achmad.
"Kan masih mampu. Alhamdulillah, masih sampai saat ini bisa ditangani dan berumur panjang, itu saja. Yang penting upaya kita, semaksimal mungkin,semampu kita di sini, kita lakukan,"tukasnya.
Seperti diketahui, bayi kembar siam langka ini terlahir dengan lima kelainan sejak lahir yaitu tanpa anus (malformasi anorectal), memiliki tiga tangan dan kaki (dicephalus paraphagus), anus terbelah (epispadia), jantung dan hatinya satu (omphalocele), serta kandung kemih di luar (extrophia vesicae).
Bayi berjenis kelamin laki-laki ini dilahirkan dengan cara operasi cesar, Jumat (20/7/12) sekitar pukul 16.55 Wib lalu. Saat dilahirkan, bayi ini dengan berat 2.725 gram. M. Nur Zein |