Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Riau Terima 14 Sertifikat WBTB Indonesia dari Kemendikbud PDF Cetak Email
Kamis, 11 Oktober 2018 09:30

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim menerima sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI yang diserahkan oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI, Hilmar Farid di Jakarta, Rabu (10/10/18) malam.

 


Provinsi Riau mendapatkan 14 karya budaya yang sudah ditetapkan sebagai WBTB Indonesia tahun ini.Adapun ke-14 karya budaya WBTB 2018 yang diterima Riau tersebut yakni Silek Tigo Bulan (Rokan Hulu), Ratik Bosa/Ratik Togak (Rokan Hulu), Lukah Gilo Riau (Rokan Hulu), Ghatib Beghanyut (Siak), Syair Siak Sri Indrapura (Siak).


Kemudian Tari Gendong (Siak, Meranti, Bengkalis), Kayat Kuansing/Kayat Rantau Kuantan (Kuantan Singingi), Nandung Indragiri Hulu (Indragiri Hulu), Silat Pangean (Kuantan Singingi), Belian (Pelalawan), Basiacuong (Kampar), Pantun Atui (Kampar), Badondong (Kampar), Kotik Adat Kampar (Kampar).


Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Farid dalam sambutannya mengatakan, pelestarian warisan budaya perlu diperhatikan baik pemerintah pusat, pemerintah daerah dan pemangku kebudayaan.


Menurutnya, ada berbagai kondisi yang dihadapi oleh warisan budaya salah satunya adalah terancam punah dan warisan budaya yang ada diperbatasan rentan pengakuan negara lain. Kurangnya pengawasan budaya tak benda berdampak pada hilangnya identitas sebagai bangsa yang berkebudayaan.


"Oleh karenanya saya minta gubernur, bupati dan walikota serta pemangku kebudayaan untuk melakukan pembinaan warisan budaya tak benda sebagai kekuatan budaya dalam pembangunan berkelanjutan," pinta Farid.


Sedangkan Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengapresiasi pengakuan pemerintah terhadap warisan budaya tak benda yang dimiliki provinsi Riau.


"Riau ini kaya dengan beragam budaya, dan Alhamdulillah diakui oleh pemerintah. Tentu saja kita patut bersyukur atas khazanah budaya yang kita miliki," ungkapnya.


Penyerahan WBTB yang dipusatkan di Gedung Kesenian ini, dibuka dengan penampilan Syair Siak Sri Indrapura.  Pembaca syair Winda Harniati berhasil memukau sejumlah Gubernur, Bupati dan Walikota di Indonesia yang hadir pada penyerahan sertifikat WBTB tersebut. Penampilan syair Siak menjadi promosi khasanah budaya Riau.rls/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy