Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Menteri Susi Minta Aparat Tertibkan Konflik Nelayan di Riau PDF Cetak Email
Rabu, 03 Oktober 2018 19:23

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, angkat bicara soal konflik antar nelayan di provinsi Riau, tepatnya di Bagansiapiapi, Rokan Hilir. Menteri Susi Pudjiastuti berharap ke depan jangan sampai ada konflik antar nelayan lagi di perairan Riau.

 


Karena itu, dia meminta agar aparat Kepolisian melakukan tindakan pencegahan untuk mengantisipasi konflik tersebut. Tak hanya itu, Menteri Susi juga meminta aparat Kepolisian melakukan penertiban terhadap nelayan yang berpotensi konflik.

 

"Nelayan seperti itu ya harus ditertibkan oleh aparat," kata Susi saat kunjungan ke Pesantren Ihsan Boarding School, Kubang, Kampar, Riau, Rabu (3/10/18).


Kemudian Menteri Susi juga meminta pemerintah daerah harus bisa melindungi nelayan kecil. Jangan sampai nelayan kecil terusik penghasilannya karena keberadaan kapal-kapal besar yang mencuri ikan di perairan Riau menggunakan cantrang dan trol.


"Kalau pakai jaring lempar dasar seperti trol, maka semua ikan disapu bersih. Ikan yang sedang bertelur di dasar laut dan sungai habis semua,"ungkapnya.


Untuk itu, Menteri Susi mengajak semua lapisan masyarakat dan aparat untuk menjaga sumber daya laut Indonesia, dan jangan sampai dirusak oleh masyarakat sendiri maupun asing. "Terutama wilayah-wilayah perbatasan, penting untuk kita jaga dan majukan," pintanya.


Sementara itu, Plt Gubernur Riau Wan Thamrin juga mengatakan, kasus konflik antara nelayan tradisional antar provinsi yang sudah menjadi masalah menahun.


"Ini harus diselesaikan secepatnya. Dalam penyelesaian konflik berkepanjangan ini. Persoalan nelayan ini seolah tak berkesudahan. Sejak saya jadi bupati Rohil dulu, memang masalah nelayan Sumut khususnya masuk wilayah perairan Riau sudah terjadi. Sampai ada bawa pukat harimau, jelas ini dilarang," katanya.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu