Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Diduga Lakukan Pungli Visa, Mahasiswa Demo Konsulat Malaysia PDF Cetak Email
Jumat, 10 Agustus 2018 19:41

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-  Aksi unjuk rasa dilakukan mahasiswa, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Melayu Pekanbaru, di Konsulat Malaysia Pekanbaru, Jalan Sudirman, Jumat (10/8/18) siang.

 


Dalam aksi damai ini, mendapat pengawalan ketat dari puluhan personil Polresta Pekanbaru, dan Polsekta Bukitraya, serta beberapa aparat TNI. Aksi ini dilakukan menuntut adanya dugaan pungli dalam pengurusan visa ketenagakerjaan, oleh oknum Konsulat Malaysia.


Koordinator aksi Erfan dalam orasinya mengatakan, bahwa dugaan pungli tersebut sudah lama terjadi, dan menimpa masyarakat. Namun terkesan didiamkan. Bahkan aparat terkait tidak menindaklanjutinya.


Karena itu, mereka atas nama mahasiswa dan masyarakat pemuda Riau, meminta penjelasan langsung dari pihak Konsulat Malaysia. "Ini tidak sesuai dengan peradaban kita, harus diusut. Kami minta oknum yang membeking ditindak," kata Erfan dalam orasinya.


Mahasiswa yang tergabung dalam beberapa perguruan tinggi di Kota Pekanbaru ini, mencoba merangsek masuk ke dalam Konsulat Malaysia. Namun dihadang. Sempat terjadi negosiasi perwakilan mahasiswa masuk, namun gagal karena suatu alasan.


Selang beberapa menit berorasi, perwakilan Konsulat Malaysia Pekanbaru Robert, akhirnya keluar menemui mahasiswa, yang dikawal ketat aparat. Kepada massa, Robert mengaku, berterima kasih atas laporan yang diberikan mahasiswa. Namun dia menggarisbawahi, bahwa tidak ada aksi pungli dalam pengurusan visa ketenagakerjaan ataupun visa wisata.


"Bahkan belum lama ini ada surat dari pihak yang datang ke kami (Konsulat Malaysia) mempertanyakan itu. Sudah kami respon. Makanya kami minta adik-adik mahasiswa jangan terpedaya oleh persoalan ini," tegasnya.


Dengan adanya kasus ini, tambah Robert, pihaknya tidak akan memberikan visa wisata bagi masyarakat Riau untuk jangka waktu tiga bulan. "Rakyat Riau silakan ke Malaysia bawa keluarga, tapi untuk wisata biasa saja lagi satu bulan. Kami akan buat aturan baru ke depan, untuk visa wisata 3 bulan kami hapus," tegasnya.


Setelah mendengar pernyataan tersebut, mahasiswa akhirnya membubarkan diri. Namun sebelum bubar, mahasiswa sempat menyampaikan kepada pihak Konsulat Malaysia, bahwa aksinya ini tidak ditunggangi oleh pihak mana pun. Namun ini murni gerakan sosial mahasiswa.tpc/nor

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat