Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Tak Kunjung Ditemui Bupati, Ratusan Warga Tapung Nginap di Halaman Kantor Bupati Kampar PDF Cetak Email
Senin, 25 Juni 2018 23:14

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Hingga Senin (25/6/18) malam pukul 21.00 wib, ratusan warga Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, masih tetap bertahan di halaman kantor Bupati Kampar.

 

Mereka memilih menginap di halaman kantor Bupati Kampar beralaskan tikar dan tenda seadanya karena belum diterima Bupati Kampar Azis Zaenal.


Dafson juru bicara warga Koto Aman meminta kepada Bupati Kampar untuk menyelesaikan persoalan rakyatnya dengan PT Sebal. Yang mana persoalan sengketa lahan warga Koto Aman dengan PT Sebal ini sudah berlansung sejak 1990 hingga sekarang tidak pernah selesai. PT Sebal diduga telah menggarap lahan dan kebun sawit masyarakat seluas 1.200 hektar.


"Kami disini hanya menuntut kepada Bupati Kampar untuk segera menyelesaikan persoalan rakyatnya. Yang mana lahan masyarakat kita di Desa Koto Aman telah digarap oleh PT Sebal seluas 1200 hektar lahan kebun sawit, dan persoalan ini sejak 1990 namun tidak pernah tuntas. Padahal kami sudah berulang kali dijanjikan oleh Bupati Kampar Azis Zaenal untuk menyelesaikannya, namun itu dusta belaka," sebutnya.


Dafson juga mengaku telah berulang kali berkomunikasi dengan Bupati Kampar, namun berbagai alasan Bupati Kampar tidak bisa menemui ratusan masyarakat tersebut. Padahal masyarakat telah menyerahkan data tuntutannya kepada orang nomor satu di Kampar tersebut.


"Saya sudah berulang kali menghubungi Bupati Kampar, namun berbagai alasan ia sampaikan untuk tidak bisa menemui masyarakat kita ini. Padahal kami sudah menyerahkan tuntutan masyarakat Koto Aman yang ia minta beberapa bulan yang lalu," ungkapnya.grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy