Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Demo Pertalite, Tujuh Mahasiswa UIR Korban Bentrok dengan Aparat PDF Cetak Email
Selasa, 15 Mei 2018 20:44

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-Tujuh orang mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) yang melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau mengaku terkena pukulan oleh aparat kepolisian, Selasa (15/5/18) siang.


"Kami minta pertanggungjawaban dari perlakuan ini. Kami minta pemimpin keamanan aksi dari pihak kepolisian bertanggungjawab," kata Presma UIR, Hengky.


Sementara itu, pemimpin pengamanan aksi dari pihak kepolisian, Kurnia, kemudian menyampaikan permintaan maafnya atas terjadinya hal yang tidak diinginkan tersebut.


"Kami atas nama kepolisian menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya insiden saat dorong-dorongan tadi. Kami minta maaf, aparat kami juga ada yang terkena," ucapnya.


Lebih lanjut, Presma UIR, Hengky mengatakan telah hilang kepercayaan masyarakat kepada kepolisian akibat insiden tersebut.


Sebelumnya, ratusan mahasiwa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) melakukan aksi unjuk rasa menuntut realisasi penurunan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) jenis Pertalite sebesar 5 persen.


Mahasiswa menilai belum turunnya pajak tersebut karena ada permainan pemangku kebijakan. Padahal pajak pertalite sudah disepakati turun dari 10 persen menjadi 5 persen.


Koordinator Lapangan Aksi, Daniel dalam orasinya menyampaikan kedatangan mahasiswa ke kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dimana harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite di SPBU masih tinggi sebesar Rp8.150 per liter.


"Kami minta pemangku jabatan jangan permainkan rakyat. Jangan bohong-bohonhi kami, katanya setelah revisi Perda Pajak Pertalite disahkan seminggu kemudian harga pertalite sudah bisa diturunkan. Tapi buktinya sudah satu bulan lebih belum ada realisasi," teriaknya.


Setengah jam aksi berlangsung massa mulai mendesak untuk masuk ke dalam kantor Gubernur Riau untuk menemui Plt Gubernur Riau. Namun petugas Kepolisian dan Satpol PP tidak memberi izin massa masuk ke dalam.


"Buka. Buka. Buka. Kami ingin masuk ke rumah kami. Jadi tolong jangan halang-halangi kami, atau kami akan robohkan pagar ini," teriak massa sambil mendorong pagar yang dijaga pagar betis.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy