Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Demo Pertalite, Tujuh Mahasiswa UIR Korban Bentrok dengan Aparat PDF Cetak Email
Selasa, 15 Mei 2018 20:44

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-Tujuh orang mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) yang melakukan aksi unjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau mengaku terkena pukulan oleh aparat kepolisian, Selasa (15/5/18) siang.


"Kami minta pertanggungjawaban dari perlakuan ini. Kami minta pemimpin keamanan aksi dari pihak kepolisian bertanggungjawab," kata Presma UIR, Hengky.


Sementara itu, pemimpin pengamanan aksi dari pihak kepolisian, Kurnia, kemudian menyampaikan permintaan maafnya atas terjadinya hal yang tidak diinginkan tersebut.


"Kami atas nama kepolisian menyampaikan permintaan maaf atas terjadinya insiden saat dorong-dorongan tadi. Kami minta maaf, aparat kami juga ada yang terkena," ucapnya.


Lebih lanjut, Presma UIR, Hengky mengatakan telah hilang kepercayaan masyarakat kepada kepolisian akibat insiden tersebut.


Sebelumnya, ratusan mahasiwa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) melakukan aksi unjuk rasa menuntut realisasi penurunan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) jenis Pertalite sebesar 5 persen.


Mahasiswa menilai belum turunnya pajak tersebut karena ada permainan pemangku kebijakan. Padahal pajak pertalite sudah disepakati turun dari 10 persen menjadi 5 persen.


Koordinator Lapangan Aksi, Daniel dalam orasinya menyampaikan kedatangan mahasiswa ke kantor Gubernur Riau untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Dimana harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pertalite di SPBU masih tinggi sebesar Rp8.150 per liter.


"Kami minta pemangku jabatan jangan permainkan rakyat. Jangan bohong-bohonhi kami, katanya setelah revisi Perda Pajak Pertalite disahkan seminggu kemudian harga pertalite sudah bisa diturunkan. Tapi buktinya sudah satu bulan lebih belum ada realisasi," teriaknya.


Setengah jam aksi berlangsung massa mulai mendesak untuk masuk ke dalam kantor Gubernur Riau untuk menemui Plt Gubernur Riau. Namun petugas Kepolisian dan Satpol PP tidak memberi izin massa masuk ke dalam.


"Buka. Buka. Buka. Kami ingin masuk ke rumah kami. Jadi tolong jangan halang-halangi kami, atau kami akan robohkan pagar ini," teriak massa sambil mendorong pagar yang dijaga pagar betis.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat