Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Besok Malam, LAMR Tabalkan Gelar untuk Plt Gubri PDF Cetak Email
Minggu, 13 Mei 2018 21:18

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau, menabalkan gelar adat masyarakat Melayu Riau Datuk Seri Timbalan Setia Amanah kepada Wakil Gubernur Riau yang kini juga Plt Gubernur Riau H Wan Tamrin Hasyim, Senin (14/5/18) malam besok.

 


Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (Ketum MKA) LAMR, Datuk Seri H. Al azhar, mengatakan kepada media,  dengan demikian, Wakil Gubernur yang juga Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim adalah orang pertama yang menyandang gelar tersebut. Ini sejalan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LAMR yang diterapkan mulai periode 2017-2022.


Dia mengatakan, gelar Datuk Seri Setia Amanah maupun Datuk Seri Timbalan Setia Amanah, merupakan sesuatu yang melekat dengan LAMR. Sebab dalam AD/ ART, jelas dinyatakan siapa yang berhak menyandang dua gelar tersebut, sekaligus disebut sebagai payung panji LAMR antara lain berfungsi sebagai pembina utama organisasi kemasyarakatan ini.


Meskipun demikian, prosedur penabalan adat tetap dilaksanakan sebagaimana mustinya. Bahkan dalam ketentuan pemberian dan penabalan gelar adat LAMR kepada gubernur maupun wakil gubernur, ada waktu sekitar enam bulan untuk melihat kiprah pejabat berkaitan. Dari kenyataan ini dimusyawarahkan oleh LAMR.


Dalam contoh penabalan gelar adat kepada Wan Thamrin Hasyim misalnya. Yang bersangkutan dilantik pada bulan Mei 2017, diusulkan ke LAMR untuk penabalan gelar tersebut pada awal Maret 2018 atau lebih dari enam bulan setelah ia dilantik sebagai wakil gubernur. Baru tanggal 28 Maret 2018, LAMR memutuskan penabalan terhadapnya dalam suatu musyawarah tersendiri.


Al azhar juga menjelaskan, penabalan dilakukan di bawah tenda di halaman LAMR mengingat kesehatan pada lutut Wan Tjhamrin Hasyim yang tak memungkinkan ia naik tangga. Kepadanya sudah ditawarkan berbagai alternatif misalnya ditabalkan di gedung lain, tetapi dia tetap berkeinginan ditabalkan di kawasan balai adat.rls/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri