Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Lembaga Adat Kecam Pencoretan Gambar Gubri Andi PDF Cetak Email
Kamis, 28 Desember 2017 19:31

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) sangat menyayangkan aksi pencoretan yang dilakukan oknum tidak bertanggung jawab terhadap gambar Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman di sejumlah spanduk dan baliho.

 


LAMR menilai, cara seperti itu dianggap cara yang tidak beradat. Sebagai pemegang gelar Datuk Sri Setia Amanah, Gubernur merupakan pemimpin yang dipercaya oleh masyarakat.


"Itu adalah cara yang tidak beradat. Bagi kami itu sudah melanggar aturan adat. Apa pun motifnya," kata Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR, Al Azhar, Kamis (28/12/17).


Caci-maki kepada gubernur dalam bentuk coret-coretan berupa tulisan dan gambar yang tidak pantas dianggap mencederai asas kesantunan."Ketidakpatutan yang ditabraknya adalah nilai kesantunan. Karena menyangkut bahasa," lanjut Al Azhar.


Masyarakat Riau, kata Al Azhar, merupakan kesatuan yang menjunjung tinggi serta menghormati nilai-nilai kesantunan, bukan melabrak aturan-aturan yang sudah ditetapkan. "Bukan melabrak, cara seperti ini adalah cara pengecut," tegasnya.


Pencoretan gambar di spanduk-spanduk tersebut juga membuat sejumlah spekulasi di tengah-tengah masyarakat. Menurut Al Azhar, ada yang berpikiran bahwa yang mencoret itu adalah lawan-lawan politiknya.


"Tahun depan merupakan Pilgub, dan hawanya sudah terasa dari sekarang. Ini harus segera diselesaikan, karena sudah banyak spekulasi bermunculan dari masyarakat," jelas Al Azhar.


Ia menegaskan, di sini peran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang bisa dibantu oleh Satpol PP. Sementara dari pihak penegak hukum adalah pihak kepolisian. "Ini tidak bisa dibiarkan, karena dikhawatirkan akan terjadi hal yang lebih kasar lagi," ungkapnya.nor


 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda permata intan
Pantun Melayu jangan abaikan
Di dalamnya banyak mengandung pesan
Pegang olehmu jadi pedoman