Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Tak Diizinkan Shalat di Kantor Kejati Riau, Ratusan Mahasiswa Blokir Jalan PDF Cetak Email
Selasa, 10 Oktober 2017 19:00

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Ratusan mahasiswa Universitas Riau melakukan aksi unjukrasa dan memblokir jalan Jendral Sudirman Pekanbaru tepatnya di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (10/10/17) siang.

 

Aksi memblokir jalan protokol tersebut mereka lakukan karena pihak Kejaksaan Tinggi Negeri tidak mengizinkan para pengujukrasa berwuduk dan melakukan sholat Ashar di areal kantor tersebut.

 

Kesal karena tidak mendapatkan izin masuk, mereka melampiaskan dengan memblokir jalan yang mengakibatkan arus lalu lintas menjadi tersendat. Kenderaan yang menumpuk yang datang dari arah Pasar Pusat terpaksa dialihkan ke jalan Gajahmada.

 

"Kami hanya ingin meminta izin untuk berwuduk dan sholat tapi kenapa tidak diizinkan," ujar salah seorang pengunjukrasa.

 

Sebelumnya mahasiswa Universitas Riau ini melakukan aksi unjukrasa sebagai bentuk lolosnya Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP, serta menolak segala bentuk pelemahan upaya pemberantasan korupsi. Selain itu, aksi demo tersebut juga sebagai luapan kekecewaan para mahasiswa terkait ketidak tegasan sikap Presiden RI, Joko Widodo terkait polemik tersebut.

 

"Indonesia ini sedang sakit, katanya negara hukum, hukum yang tajam ke bawah dan tumpul keatas" teriak Aditya Saputra saat menyampaikan orasinya.

 

Selain membakar ban di jalan umum, ratusan mahasiswa ini juga membentang spanduk dan memakai topeng berwajah Ketua DPR Setya Novanto. Akibat aksi ini tak ayal, laju kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di jalan itu terpaksa terhenti, sehingga mengakibatkan kemacetan.ck/nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail
Galeri Kunjungan Presiden Ke Riau

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang