Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Hebat...Riau Raih WBTB Nasional tanpa Anggaran Khusus PDF Cetak Email
Rabu, 08 Agustus 2018 09:08

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Kerja keras Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau untuk mendapatkan pengakuan nasional atas warisan budaya tanpa benda (WBTB), ternyata tanpa anggaran khusus.

 


Hal ini diungkapkan Kepala Disbud Riau Yoserizal Zen saat memberikan paparan kepada peserta Diklat Peningkatan Kapasitas Pelaku Publikasi bagi wartawan, Rabu (8/8/18) di Fave Hotel Pekanbaru. Menurutnya, saat ini ada 41 WBTB yang berhasil mendapatkan pengakuan atau penetapan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).


"Terus terang, upaya mendapatkan penetapan 41 WBTB itu kita tidak ada anggaran khusus. Tidak ada anggaran untuk itu,"jelasnya.


Upaya yang dilakukan pihaknya untuk mewujudkan itu kata Yose, dengan melakukan sistim 'jemput bola'. Disbud Riau mendatangi dan mencari sendiri sejumlah tempat atau tokoh-tokoh pelaku sejarah dan pihak-pihak yang memiliki benda-benda warisan budaya.


Baru-baru ini, pihaknya juga telah menemukan sejumlah benda warisan budaya yang dimiliki H Sulaiman. Benda-benda bersejarah ini nantinya akan didaftarkan sebagai Warisan Budaya Benda (WBB).


Yoserizal mengakui, jika Disbud Riau memang memiliki anggaran yang terbatas dalam mewujudkan pelestarian warisan budaya. Tahun 2018 ini, anggaran yang dimiliki hanya Rp10 miliar.


"Ini sangat berbeda dengan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mencapai Rp500 miliar. Kemudian Provinsi Daerah Istimewa Aceh yang mendapatkan anggaran Rp75 miliar,"bebernya.


Kendati anggaran minim lanjut Yose, nanun tidak membuat pihaknya surut untuk menggali nilai-nilai warisan budaya di daerah ini."Jadi tidak ada istilah bagi kami, tidak ada anggaran tidak bekerja,"sebutnya.


Dari 41 WBTB yang telah mendapatkan pengakuan dari Kemendikbud itu diantaranya,Tenun Siak (Kabupaten Siak), Koba (Kabupaten Rokan Hulu), Pacu Jalur (Kabupaten Kuantan Singingi), Menumbai (Kabupaten Pelalawan), Randai - Kabupaten Kuantan Singingi, Nyanyi Panjang (Kabupaten Pelalawan), Badewo Bonai (Kabupaten Rokan Hulu), Debus (Kabupaten Indragiri Hulu), Calempong Oguong (Kabupaten Kampar), Joget Sonde (Kabupaten Kepulauan Meranti), Tunjuk ajar Melayu, Silat Perisai (Kabupaten Kampar).


Kemudian, Sijobang Buwong Gasiong (Kabupaten Kampar), Zapin Api (Kabupaten Bengkalis), Zapin Meskom (Kabupaten Bengkalis), Perahu Beganduang (Kuantan Singingi), Batobo (Kabupaten Kampar), Rumah Lontiok (Kabupaten Kampar), Menongkah (Kabupaten Indragiri Hilir), Selembayung Riau, Onduo Rokan (Kabupaten Rokan Hulu) dan lainnya.nor


 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota