Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kadisbud Riau Berharap Media Publikasikan Budaya Melayu PDF Cetak Email
Selasa, 07 Agustus 2018 10:51

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Riau H Yoserizal Zen mengharapkan para awak media untuk dapat mengangkat berbagai ragam Budaya Melayu Riau dengan cara mempublikasikannya.

 


Harapan itu dikatakan Yoserizal saat membuka secara resmi Pendidikan dan Latihan (Diklat) Peningkatan Kapasitas Pelaku Publikasi, Selasa (7/8/18) di Hotel Fave Pekanbaru. Menurutnya, melalui publikasi yang kuat, berbagai ragam dan nilai-nilai Budaya Melayu akan terkenal di Nusantara maupun dunia.


"Banyak sejarah dan nilai Budaya Melayu Riau yang belum terekspos ke permukaan. Peran media sangatlah penting dalam mempublikasikannya,"kata Yoserizal.


Melalui Diklat ini kata Yose, diharapkan media akan mampu menggali sejarah dan nilai Budaya Melayu Riau. Sehingga media akan memahami berbagai ragam cagar budaya yang termasuk dalam Warisan Budaya tak Benda (WBTB) yang ada di Bumi Lancang Kuning.


Menurut Yose, dengan adanya publikasi dan dokumentasi tentang Budaya Melayu Riau akan 'menangkal' upaya negara lain mengklaim untuk merebut budaya bangsa."Karena ini sangat berbahaya, jika ada negara lain yang mengklaim ragam budaya kita milik mereka,"tegasnya.


Selain itu lanjutnya, melalui Diklat ini akan meningkatkan pengetahuan para jurnalis tentang penulisan ragam Budaya Melayu Riau. Dia mencontohkan, tentang budaya 'Kayat Kuantan' dan 'Randai Kuantan'.


"Kita tidak akan menyebutnya sebagai Randai Kuansing atau Kayat Kuansing. Karena Kuansing (Kuantan Singingi-red) hanya nama daerahnya saat ini, tetapi sejarahnya adalah Teluk Kuantan,"bebernya.


Kemudian sebut Yose, Rokan dahulunya sejarahnya disebut sebagai 'Negeri Seribu Benteng'. Namun dengan seiringnya waktu, wilayah ini sekarang disebut sebagai Negeri 'Seribu Suluk'.


Tidak hanya itu, melalui Diklat ini media akan lebih mengetahui beragam rumah Melayu Riau yang memiliki arsitektur tersendiri. Termasuk beragam kuliner khas Riau dan warisan budaya lainnya.


Diklat ini sendiri diikuti para jurnalis dari berbagai media cetak, televisi dan online di Riau mulai tanggal 7-8 Agustus 2018. Sejumlah nara sumber yang akan menyampaikan materi diantaranya, Yoserizal Zen, Al-Azhar, Taufik Ikram Jamil, Prof Dr Hasnah Faizah dan H amroen Salmun.nor






 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang