Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kadisbud Riau: Banyak Rumah Adat Daerah Tak Diperhatikan PDF Cetak Email
Selasa, 17 Juli 2018 20:25

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Riau Yoserizal Zen meminta daerah Kabupaten/Kota untuk aktif dalam memperhatikan peninggalan benda bersejarah, untuk diajukan menjadi benda cagar budaya sehingga bisa dijaga dan dilestarikan.

 


Karena dalam mekanismenya menurut Yoserizal Zen Kabupaten/Kota terlebih dahulu menginventarisir benda cagar budaya di daerahnya untuk selanjutnya diajukan ke Provinsi dan Provinsi mengajukan ke tingkat Kementerian atau pemerintah pusat.



"Jadi ditetapkan dulu sebagai benda cagar budaya jika ruang lingkupnya Kabupaten/Kota maka ditetapkan sebagai benda cagar budaya Kabupaten, jika lingkupnya Provinsi maka ditetapkan di Provinsi dan jika ruang lingkup lebih luas lagi nasional maka bisa diajukan sebagai cagar budaya di tingkat nasional, "jelas Yoserizal, Selasa (17/7/18).


Sebagaimana diketahui banyak rumah adat peninggalan di Kabupaten/Kota yang tidak terawat bahkan diambang Kepulauan, sebut saja rumah khas kota Pekanbaru yang dibangun tanpa menggunakan paku kini sudah hampir punah.


Kemudian rumah adat Kampar rumah Lontiok yang juga diambang kepunahan karena kurangnya perhatian daerah dan pemilik waris untuk menyerahkan rumah tersebut jadi benda cagar budaya.


"Makanya dalam hal ini Pemerintah Kabupaten/Kota diminta untuk lebih aktif lagi, "jelas Yoserizal.


Sementara itu ketua Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau Al Azhar mengatakan Keadaan warisan budaya (bendawi maupun tak-bendawi) di suatu daerah sangat bergantung pada kesadaran dan komitmen kebudayaan pemimpin di daerah tersebut.


" Kalau rumah-rumah lama, kawasan atau situs bersejarah, artefak, dan warisan-warisan budaya tak benda di suatu daerah nampak terbiar, maka kesadaran dan komitmen kebudayaan pemimpin daerah tersebut patut diragukan, "ujar Al Azhar.


Untuk itu lanjut Al Azhar pemegang kebijakan harus ikut dalam memberikan perhatian terhadap benda bersejarah tersebut untuk keberlangsungan Kebudayaan dimasa yang akan datang.


"Budaya itu harus dilestarikan untuk anak dan kemenakan dimasa yang akan datang, pemimpin daerah harus peduli, "ujarnya.nor



 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy