Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kadisbud Riau Baca Puisi Di Malam Penutupan Festival Seni Budaya Melayu PDF Cetak Email
Kamis, 30 November 2017 08:38

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Festival Seni Budaya Melayu 2017 resmi ditutup Gubernur Riau yang diwakili Asisten II Setdaprov H Masperi di Taman Bujang Mat Syam Bandar Seni Raja Ali Haji, Rabu (27/11/17) malam.

 

Masperi dalam sambutannya mengatakan, pentingnya terus menggelorakan kebudayaan Melayu. Ini sebagaimana amanah yang dicita-citakan dalam visi misi Riau 2020 yang mengunginkan daerah ini sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara.

 

"Kalau di bidang ekonomi kita sudah on The track. Untuk bidang kebudayaan belumlah mendapat tempat luas di masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Riau sesuai dengan komitmen bapak Gubernur dalam memajukan kebudayaan, sebagai mana visi misi Riau 2020, telah membentuk Dinas Kebudayaan," kata Masperi.

 

Oleh karena itu, melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Riau yang sudah dibentuk 2016 lalu itu, dianggap sudah mampu menampakkan eksistensinya sebagai instansi yang diberi tanggung jawab dalam memajukan dalam hal kebudayaan.

 

"Terbukti dalam waktu singkat, berkat kerja keras Dinas Kebudayaan ini, Pemprov Riau sudah berhasil mendulang beberapa penghargaan dari pemerintah pusat. Namun, tekad ini harus terus dimaksimalkan untuk mengejar visi misi Riau 2020 yang hanya tinggal tiga tahun lagi,"sebutnya.

 

Diharapkan ke depannya, Disbud Riau menggali kembali atau menumbuh kembangkan budaya Melayu yang merupakan jati diri Riau. Sehingga tercapailah Riau sebagaimana dicita-citakan dalam visi misi 2020.

 

"Sejak dibentuk 2016 lalu, sudah mulai dirasakan apa yang sudah diharapkan tersebut. Namun tentu saja, tanggungjawab ini tidak hanya Dinas Kebudayaan saja, tapi juga semua pihak,"jelasnya.

 

Pada malam penutupan itu, berbagai kesenian daerah kembali ditampilkan. Bahkan Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Riau yang juga tokoh seniman, Raja Yoserizal Zein, tampil membacakan puisi terbaiknya.

 

Selain itu juga ada seniman Taufik Ikram Jamil serta Deni Kurnia. Termasuk penampilan musik tradisional dari 12 kabupaten/kota di Riau.

 

Kemudian, ada juga pembacaan komitman resolusi Zapin Nusantara yang mengikrarkan Riau sebagai pusat pelestarian Zapin, oleh sejumlah delegasi dari berbagai provinsi di Indonesia termasuk dua negara Malaysia dan Singapura.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang