Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kelima

    jika hendak mengenal orang berbangsa,
    lihat kepada budi dan bahasa.

    jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
    sangat memeliharakan yang sia-sia.

    jika hendak mengenal orang mulia,
    lihatlah kepada kelakuan dia.

    jika hendak mengenal orang yang berilmu,
    bertanya dan belajar tiadalah jemu.

    jika hendak mengenal orang yang berakal,
    di dalam dunia mengambil bekal.

    jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
    lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Rohul Terbaik Lomba Karya Tulis Ilmiah Kebudayaan Se-Riau PDF Cetak Email
Jumat, 27 Oktober 2017 19:43

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) keluar sebagai yang terbaik pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Kebudayaan 2017 yang ditaja Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Riau, yang berakhir Jumat (27/10/17).

 

 

 

 

Perlombaan ini diikuti sebanyak 40 peserta dari perwakilan kabupaten/kota se-Riau itu, menyisakan enam peserta terbaik yang meraih apresiasi sebagai pemenang dari dewan juri. Bagi pemenang, mendapat piala dan uang pembinaan.

 

Kegiatan ini sendiri merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dalam membangkitkan semangat kebudayaan generasi muda. Dengan pesertanya dari sekolah menengah atas (SMA) se Provinsi Riau, mewakili kabupaten dan kota.

 

Pada kesempatan ini, terpilih sebagai juara I dari perwakilan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Diikuti peringkat II dari Bangkinang Kabupaten Kampar, dan peringkat III dari Kabupaten Bengkalis.

 

Kemudian, juara harapan I diraih Kabupaten Siak, diikuti juara harapan II oleh Kota Pekanbaru dan juara harapan III diraih oleh Kabupaten Indragiri Hulu.Enam pemenang tersebut mendapat piala dan uang pembinaan dari Disbud Riau.

 

Para peserta lomba karya ilmiah dari berbagai sekolah menengah atas (SMA) tersebut, sebelumnya telah melewati diawali dengan proses seleksi. Lalu, terpilih 24 peserta yang mempresentasikan di hadapan dewan juri di Hotel Alpha Pekanbaru, Jumat (27/10/17).

 

Dewan Juri dipimpin Prof Dr Mukhtar Ahmad. Kemudian anggota, Prof Dr Hasnah Faizah MHum, Datuk Seri H Al Azhar, H Dheni Kurnia, H Mustamir Thalib, dan Dr Junaidi.

 

"Jujur saya terkejut. Ternyata potensi mereka cukup besar. Ada tiga hal penting yang jadi penilaian kita," kata Mukhtar Ahmad.

 

Dia mengaku, tidak menduga apa yang dituangkan peserta sangat luar biasa. Misalnya, dari Bengkalis adanya Joget Bontek.

 

"Baru itu saya mengetahui tentang kebudayaan tersebut. Sangat bagus apa yang dipaparkan dalam makalah mereka termasuk saat presentasi," tambahnya.

 

Dari sisi isi makalah, diakui Mukhtar sangat bagus. Begitu pula gagasan-gagasan yang ada untuk melestarikan supaya kebudayaan Melayu berkelanjutan juga diapresiasi. Termasuk keberanian peserta dalam presentasi.

 

"Dengan melihat itu, menurut saya kalau bisa oleh kabupaten ini benar-benar diperhatikan. Pemprov dalam hal mengembangkan kebudayaan, hendaknya juga melibatkan peserta ini," harapnya.

 

Untuk dikeetahui, lomba yang dilaksanakan melalui Bidang Pelestarian Adat dan Nilai Budaya ini telah dibuka oleh Kepala Disbud Riau, Yoserizal Zein, Kamis (26/10/17) malam.

 

"Kita ingin membangkitkan semangat para generasi muda terhadap kebudayaan Melayu. Sehingga dalam pengembangan kebudayaan yang ada, mampu menjadi penopang dalam mewujudkan visi Riau 2020," harap Kadisbud Riau ini.

 

Dalam karya tulis ilmiah tersebut, ada yang namanya study, literatur, referensi, dan narasumber. Para peserta lomba mendapat pengawasan yang selektif dari dewan juri. Melalui kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan paham akan kebudayaan yang ada dan dapat mengembangkan kebudayaan yang ada.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat