|
PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Hingga batas waktu yang telah ditentukan, ternyata baru sekitar 157 pejabat di lingkungan Pemprov Riau yang mengembalikan mobil dinas (Mobdin), untuk keperluan PON Riau. Bahkan, untuk pejabat Eselon II hanya 8 yang telah menyerahkannya. Selebihnya, masih membandel.
Demikian diutarakan Kasubag Invetarisir aset Biro Perlengkapan Setdaprov Riau Kalsum kepada riauplus.com, Rabu (5/9/12)."Pejabat eselon II yang menyerahkannya baru 8 orang,"tegas Kalsum.
Ketika ditanyakan apa yang menjadi alasan para pejabat setingkat kepala biro dan kepala dinas itu enggan mengembalikan mobil dinasnya, Kalsum mengaku, kalau para pejabat itu beralasan sedang berada di luar kota.
"Mereka ini kan ada yang menjadi panitia PON. Sehingga mereka juga ada yang berada di luar kota, untuk mengurus persiapan di sejumlah daerah,"tuturnya.
Meski begitu kata Kalsum, pihaknya tidak akan mentolerir lagi bagi pejabat eselon II yang telat mengembalikan mobil dinas ini. Apalagi, pihaknya telah memberikan tenggat waktu yang cukup untuk mengembalikannya.
"Hari ini, kita closed saja penyerahannya. Rencananya besok (Kamis-red), kami akan melaporkan kepada Pak Gubernur, mana-mana yang sudah menyerahkan dan mana yang belum,"ulasnya.
Saat ditanyakan siapa saja pejabat setingkat eselon II yang telah mengembalikan Mobdin itu, Kalsum menjelaskan yakni, Asisten II dan III Setdaprov Riau, Kadis Pendidikan Riau HM Wardan, Kadiskes Riau Katijo, Kadis Sosial Riau Said Saqlul Amri dan Kepala Biro Humas Chairul Riski.
Sebelumnya Gubernur Riau HM Rusli Zainal menekankan kepada pejabat eselon II dan III untuk mengembalikan mobil dinasnya yang bersifat sementara untuk operasional tamu undangan PON nanti. Bagi pejabat yang tidak mengembalikan Mobdin tersebut, Gubri telah menyiapkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.
'''Nah, kalau memang menjadi keputusan kita bersama, saya rasa tiadak ada Kadis atau siapapun yang tidak ikut berpartisipasi dalam mensukseskan PON kita ini,''tutuurnya.
Jika ada pejabat eselon II dan III yang tidak mengembalikan Mobdin dalam rangka partisipasi mensukseskan PON ini, Gubri telah menyiapkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.''Sanksi sudah pasti ada, kalau barang dan aset pemerintah tidak sesuai dengan Perundang-undangan pasti ada sanksi dan kita akan menyesuaikan,''tukasnya.
Pantauan riauplus.com di Gudang Biro Perlengkapan Jalan Kopan, dari ratusan Mobdin yang telah dikumpulkan itu, yang terlihat hanya mobil jenis Nissan Grand Livina yang digunakan pejabat Eselon III. Sementara jenis Nissan X Trail yang digunakan pejabat Eselon II, tidak ada yang terlihat. M. Nur Zein
|