Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Bukan Prioritas, Pemprov Riau Masih Alokasikan Dana Untuk Gedung Kejati PDF Cetak Email
Senin, 08 Oktober 2018 20:19

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemprov Riau masih mengalokasikan sejumlah dana untuk pembangunan gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau pada APBD 2019. Padahal, dalam jalurnya pembangunan gedung ini bukan menjadi prioritas dan kewenangan daerah.

 


Kepala Dinas PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto mengatakan kalau Pemprov Riau memasukkan duit sebesar Rp39 miliar untuk menyelesaikan gedung serba guna di Kantor Kejati Riau itu. Soal tambahan dana ini sudah diusulkan TAPD agar masuk dalam APBD 2019. "Sekarang masih dibahas bersama dewan," kata Dadang.


Dengan demikian, Kantor Kejati Riau yang kini masih dibangun itu total keseluruhannya menghabiskan Rp129 miliar. Di APBD Riau dianggarkan Rp90 miliar sedangkan di APBD 2019 kembali dimasukkan sebesar Rp39 miliar.


"Jadi pada anggaran Rp90 miliar itu bangunan Kejati Riau belum selesai 100 persen. Jadi ada 2 tahap pembangunan yang dilakukan pada 2 pola penganggaran," katanya.


Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau kemudian melayangkan kritik keras terkait hal itu. Di tangah Pemprov Riau mengeluhkan kondisi keuangan daerah karena defisit, ternyata tidak menjadi pertimbangan bagi Pemprov Riau selektif dalam menggunakan anggaran.


Tim Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, Triono Hadi mengatakan, kondisi yang dialami Pemprov Riau di tahun 2018 harusnya sudah cukup sebagai pelajaran bahwa pola penganggaran tepat akan memberikan hasil maksimal terhadap pembangunan daerah.


"Jadi saya harap dalam perencanaan APBD Riau 2019, jangan ada lagi bangunan seperti Kejati dan Polda Riau yang menghabiskan dana miliaran, padahal itu bukan prioritas dan kewenangan daerah," katanya, Kamis, 4 Oktober 2018 di Pekanbaru.


Triono Hadi merunut, sebenarnya fenomena ini pada 2017 sudah terjadi, sehingga kecerobohan Pemprov dalam menetapkan SiLPA itu berakibat ke belanja. Misalnya tahun 2017 rencana silpa hampir Rp1,08 triliun, ternyata di tengah jalan realisasinya semangat. Sehingga SiLPA jadi setengah dari perencanaan.bpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota