Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Fitra: DPRD Riau 'Merampok' Lewat Perjalanan Dinas! PDF Cetak Email
Senin, 08 Oktober 2018 19:01

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Melancong keluar negeri dengan dana rakyat, perilaku anggota DPRD Riau bikin geram. Bahkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau, pernah mengeluarkan hasil kajiannya, bahwa DPRD Riau itu 'merampok' lewat anggaran perjalanan Dinas.

 


Hal ini diungkapkan oleh Tim Peneliti dari Fitra Riau, Triono Hadi, Senin, 8 Oktober 2018 di Pekanbaru. Tri mengatakan perilaku seperti ini dianggap tidak etis, sebab wakil rakyat itu masih berkesempatan ke luar negeri di tengah APBD Riau defisit.


"Makanya 2017 itu, kami pernah ngomong kalau DPRD Riau itu 'merampok' melalui dana perjananan dinas," ujarnya.


Dia menambahkan, Fitra Riau juga sudah melakukan kajian analisis perbandingan anggaran perjalanan dinas DPRD 4 provinsi di Sumatera. Perjalanan dinas untuk DPRD Riau tergolong tidak masuk akal jika dibandingkan dari sisi angka besarannya. "Dana perjalanan dinas untuk DPRD Riau ini gila sekali," sambungnya.


Triono menjelaskan, jika dibandingkan dengan Sumut yang punya 100 orang anggota DPRD dengan 37 kabupaten/kota, dana perjalanan dinas dialokasikan hanya sekitar Rp140 miliar. Kemudian Sumsel, dalam catatan Fitra, jumlah anggota DPRD hanya 75 dengan jumlah kabupaten/kota ada 17, dana perjalanan dinas hanya Rp78 miliar.


"Begitu juga dengan Padang, anggaran perjalanan dinas DPRD nya Rp45 miliar. Sedangkan Riau jumlah anggota DPRD ada 65 dengan 12 kabupaten/kota, tapi dana perjalanan dinas sampai Rp190 miliar. Anggota DPRD Riau ini aneh memang," ujarnya.


Tri menilai, anggota dewan di Riau seolah ada semacam budaya untuk mencari pendapatan. Oleh sebab itu, Fitra menyatakan kalau DPRD Riau 'merampok' melalui dana perjalanan dinas.


"Parahnya lagi ketika kami melakukan akses ke mereka untuk mendapatkan informasi dalam bentuk dokumen hasil perjalanan dinas, kemana tujuannya, mereka tak ada dokumentasi itu. Padahal mereka paling banyak menggunakan anggaran perjalanan dinas. Oleh sebab itu kami melihat selama ini pemerintah di Riau ini tidak pernah susah uang, kok," kata Triono Hadi.bpc/nor


 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy