Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
APBD-P Riau 2018 Ditiadakan, Gaji dan Tunjangan Terancam Tak Bisa Dicairkan PDF Cetak Email
Selasa, 02 Oktober 2018 08:53

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-Siap tidak siap, sejumlah persoalan akan dihadapi oleh Pemprov Riau, sebagai dampak dari ditiadakannya APBD Perubahan 2018.



Salah seorang anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau, Suhardiman Amby mengatakan, dengan tiadanya APBD Perubahan, bukan berarti tidak ada masalah yang akan muncul.


Sejumlah penganggaran rutin menurut Suhardiman dilaksanakan melalui APBD Perubahan. Dengan tidak dilaksanakannya APBD Perubahan 2018, maka sejumlah pengganjian dan tunjangan terancam tidak bisa dilaksanakan, bahkan rasionalisasi yang diwacanakan jauh-jauh hari juga terancam tidak bisa dilakukan.


Adapun tunjangan yang terancam tidak bisa dilaksanakan di antaranya adalah, Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP), pembayaran gaji guru honor, serta gaji tenaga honorer.


"Banyak anggaran rutin yang terancam tidak bisa dilaksanakan. Bahkan ryasionalisasi tak bisa dilakukan, karena kan harus ketuk palu APBD Perubahan dulu baru bisa dilakukan penghitungan rasionalisasi," kata Suhardiman, Senin (1/10).


Politisi Hanura ini juga menyayangkan sikap Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim yang ia nilai sangat arofan dan menjadi penyebab batalnya pembahasan APBD Perubahan tersebut.


Ia juga mengingatkan, bahwa Wan adalah Wakil Gubernur yang diangkat oleh DPRD, bukan berdasarkan pilihan rakyat langsung."Pak Wan Thamrin harus ingat dan sadar diri. Beliau dipilih oleh DPRD Riau, bukan hasil pemilihan masyarakat. Kami melihat sikap beliau terlalu arogan.


Dikatakan Suhardiman, pihaknya sudah cukup lama mengingatkan bahkan juga menyurati pihak Pemprov Riau, untuk segera menyerahkan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan. Namun hal itu tak digubris Pemprov sejak awal. Baru pada 19 September kemudian dikirimkan ke DPRD Riau.


"Kami menilai, apa yang dilakukan Pak Wan itu telah mencederai kepentingan masyarakat. Karena sangat banyak yang bergantung kedalam APBD Perubahan tersebut. Nanti guru honor kalau belum gajian, jangan demo ke DPRD, demo Plt Gubernurnya. Kami sudah berupaya untuk memperjuangkan. Tapi Plt Gubernur dengan arogansinya tidak berfikir sampai kesitu," ujarnya.tpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang