Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Sekdaprov Riau: Mobil Dinas Boleh Dipakai Lebaran, Asalkan.... PDF Cetak Email
Rabu, 30 Mei 2018 13:01

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) membawa mobil dinas (Mobdin) saat Lebaran. Namun dengan catatan Mobdin tersebut digunakan untuk kepentingan tugas.

"Kita lihat urgensinya. Kalau itu ada hubungan dengan tugas tak ada masalah (ASN membawa mobdin). Karena di instansi tertentu seperti di rumah sakit, Puskesmas, pos-pos pengamanan tetap bertugas saat Idul Fitri," kata Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi, Rabu (30/5/2018).

Menurutnya, kalau memang ASN sedang tugas, sangat wajar pegawai pakai Mobdin saat lebaran. Namun kalau yang khusus untuk pulang kampung itu perlu pertimbangan.

"Tapi kalau soal tugas saya rasa jalankan saja. Contoh, kepala daerah misalnya 24 jam tetap kerja saat idul fitri melaksanakan fungsi kepemipinan daerah atau saya sebagai Sekda misalnya. Tentu ini jadi pertimbangan," ungkapnya.

Meski demikian, lanjut Ahmad Hijazi, bagaimanapun harus punya daya respon tentang pandangan masyarakat, dan harus mempertimbangkan mana yang wajar dan tidak wajar.

"Yang penting laksanakan tugas, itu yang harus jadi perhatian. Bagi aparatur yang bertugas di pos-pos penyeberangan, pos jaga, rumah sakit, Puskesmas, kalau memang mereka bertugas kenapa tidak pakai. Tergantung keyakinan kita," paparnya.

Namun keyakinan itu, tambah Ahmad Hijazi, harus memperhatikan aspek-aspek kepatutan. Sebab kalaupun dilarang, namun itu tidak seragam pemberlakuannya berarti ada unsur kepatutan yang menjadi pertimbangan.

"Jadi kita perhatikan kepatutan itu. Mana yang wajar dan mana yang tidak. Tapi selagi untuk tugas jalankan saja," pungkasnya.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota