Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Polisi Korban Teroris Mapolda Riau PDF Cetak Email
Kamis, 17 Mei 2018 12:42

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Selain memberikan penghargaan pin emas kepada Kombes Rudi Syafruddin yang berhasil menembak mati tiga pelaku penyerang Polda Riau Riau, serta kenaikan pangkat luar biasa untuk Aipda JB Pandjaitan yang lumpuhkan seorang lainnya, Kapolri juga berikan penghargaan kepada dua polisi yang terluka.

Dua polisi itu terluka ketika berhadapan dengan terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau, Rabu pagi kemarin. Mereka antara lain Jhon Hendrik, anggota Propam serta Fariz Abdullah, aparat Bidkum Polda Riau.

Keduanya diberi penghargaan kenaikan pangkat luas biasa (KPLB) oleh Kapolri Jenderal M Tito Karnavian. Jhon Hendrik naik pangkat menjadi Aipda (Sebelumnya Brigadir, red), sementara Fariz naik pangkat luar biasa menjadi AKBP (Sebelumnya Kompol, red).

Aipda Jhon Hendrik sendiri saat serangan tersebut, dilukai pada tangannya, akibat sabetan senjata tajam pelaku penyerangan, tepat di samping SKCK. Ia terluka saat mencoba menangkis tebasan samurai oleh terduga teroris ini.

Sementara AKBP Fariz Abdullah terluka pada bagian belakang lehernya, akibat disabet senjata tajam. Keduanya hingga hari ini masih mendapat perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Riau. Kapolri juga sempat menjenguk keduanya dan memberikan penghargaan.

Adapun kemarin, Mapolda Riau dikejutkan oleh aksi para pelaku, yang masuk dengan menggunakan mobil Avanza putih. Mereka menerobos pagar masuk, lalu menyerang polisi menggunakan samurai, pedang, Badik dan senjata tajam lainnya.

Empat pelaku berhasil ditembak mati. Sementara seorang polisi bernama Auzar gugur setelah ditabrak dengan mobil pelaku. Almarhum Auzar juga mendapat kenaikan pangkat luar biasa menjadi Iptu.grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat