Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Jenazah Terduga Teroris Abu Ibrahim Dimakamkan di Pandau Jaya PDF Cetak Email
Minggu, 13 Mei 2018 14:12

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Jenazah terduga teroris, Beny Syamsu Trisno alias Abu Ibrahim (32), akhirnya dimakamkan di Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Ahad (13/5/18) pagi.

 


Abu Ibrahim tewas dalam kerusuhan di Rutan Salemba, Kompleks Mako Brimob, Depok. Sebelumnya, jenazah Abu Ibrahim tiba di Bandara Sultan Syarif Kasian II Pekanbaru pada pukul 07.40 WIB.


Jenazah yang sudah dimasukkan ke dalam peti dibawa dengan mobil ambulan ke Desa Pandau Jaya. Jenazah Abu Ibrahim tidak dibawa ke rumah orang tuanya tapi langsung ke Musala  Al-Iklas, Jalan Kedondong, Pandau Jaya, untuk disalatkan.


Isak tangis keluarga langsung pecah setelah membuka peti jenazah. Keluarga, sejumlah warga dan  aparat desa ikut menyolatkan jenazah.


Setelah itu, jenazah dsimakamkan di  Tempat Pemakaman Umum Pandai Jaya, Jalan Purwodadi, Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Sebelumnya, jenazah Abu Ibrahim sempat dikabarkan akan  dibawa ke kampung halamannya di Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.


Namun, ditolak warga hingga pemakaman dilakukan di Siak Hulu. Kepala Desa Pandai Jaya, Firdaus Roza, mengatakan, menerima pemakaman Abu Ibrahim karena orang tua, istri dan anak-anaknya tinggal di Desa Pandau Jaya.


"Kita pernah ketemu orang tua, istri dan anak-anaknya. Itu alasan kami hingga menerima (pemakaman) di sini. Alasan kemanusiaan," kata Firdaus.


Firdaus mengakui awalnya ada gejolak-gejolak di masyarakat desanya. "Tapi kita beri masukan dan yakinkan bahwa kalau tidak di sini di mana lagi sementara orang tua, istri dan anak-anaknya tinggal di sini semua," tutur Firdaus.


Seperti pernah diberitakan, Abu Ibrahim  tewas dalam kerusuhan di Mako Brimob, Selasa (8/5/2018)  lalu. Dalam peristiwa itu, lima orang anggota Brimob gugur setelah ditembak dan disandera para napi teroris.


Polisi yang gugur adalah Bripda Syukron Fadhli, Ipda Yudi Rospuji, Briptu Fandy, Bripka Denny, dan Bripda Wahyu Catur Pamungkas. Abu Ibrahim sebelumnya ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror di Jalan Kopkar Raya, Perumahan Gading Permai, Pekanbaru, Selasa, 23 Oktober 2017 pukul 07.15 WIB.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran