Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Jokowi Batal Buka Rakernas Hanura di Pekanbaru PDF Cetak Email
Selasa, 08 Mei 2018 19:26

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - Ribuan kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sudah dua jam lebih memadati Gelanggang Remaja di Jalan Sudirman (8/5/18). Presiden RI Joko Widodo yang diharapkan membuka acara Rakernas I 2018, belum juga terlihat.

 


Belum ada konfirmasi atau pun pengumuman dari pihak panitia penyelenggara kepastian kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu. Namun yang jelas sanpai saat ini, kegiatan prosesi pembukaan Rakernas Hanura sudah dimulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran.


Tampak hadir, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau biasa disapa OSO. Kemudian, Herry L Siregar selaku Sekretaris Jenderal (Sekjend), Zulnahar Usman sebagai Bendahara Umum (Bendum) serta jajaran pengurus DPDdab DPC Hanura dari berbagai daerah, baik Riau mau pun luar provinsi.rtc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran