Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Syamsuar-Edy Natar Deklarasi Maju Pilgubri? PDF Cetak Email
Selasa, 02 Januari 2018 20:52

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Meski pengumuman resmi dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera belum dikeluarkan, namun pasangan calon Gubernur Riau, H Syamsuar (Bupati Siak) dan wakilnya Brigjen TNI Edy Natar Nasution (Danrem 031 Wira Bima) dipastikan akan melenggang di Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018 mendatang.

 


Pasangan ini menjadi penantang pertama yang memenuhi kuota untuk menghadapi Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Informasi yang dihimpun, Selasa (2/1/18), pasangan ini akan dideklarasikan di Anjungan Idrus Tintin, Ahad, 7 Januari 2018 mendatang. Bahkan surat permohonan helat dukungan ini sudah sampai ke pengelola anjungan seni tersebut.


Sesuai dengan surat yang beredar, koaliasi PAN, Nasdem dan PKS ini diberi nama ''Koalisi Riau Bersatu''. Koalisi ini sudah memenuhi syarat karena PAN memiliki 7 kursi di DPRD Riau sementara Nasdem dan PKS masing-masing memiliki 3 kursi, otomatis jumlah kursi dukungan sudah mencapai 13 atau sesuai dengan syarat minimal dukungan.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Riau yang juga fungsionaris PAN Riau saat dikonfirmasi mengatakan, belum ada SK (Surat Keputusan) dari DPP PAN terkait calon yang akan diusung untuk Pilgubri 2018, namun bisa dipastikan dalam minggu ini akan ada deklarasi dukungan PAN.


Dikatakan, sebelumnya, PAN memang ingin memajukan calon dari partainya mengikuti ajang Pilgub Riau. Namun, hingga menjelang pendaftaran KPU, pihaknya masih belum menentukan baik calon maupun koalisi.


Sunaryo menyatakan dengan jumlah tujuh kursi yang saat ini dimiliki PAN, memang akan sangat disayangkan jika tidak memajukan kader sendiri untuk Pilgub Riau ini. Karena, jika benar kader PAN akan maju, maka PAN hanya membutuhkan enam kursi lagi.


"Keinginan kita, maunya salah satu kader kita maju. Karena partai kita juga signifikan dengan 7 kursi dan kita hanya butuh enam kursi tambahan, jadi tidak fair rasanya kalau kita tidak ikut maju dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur tahun ini,"tuturnya.


Sebelumnya, Ketua Partai Nasdem Iskandar Husin juga sudah menjelaskan bahwa partainya akan mengusung pasangan Syamsuar - Edy Nasution pada Pilgrubri 2018. Nasdem menilai Syamsuar merupakan sosok yang tepat membangun Riau dan sudah terbukti menjadi kepala daerah di Siak.


"Syamsuar dan Edi Natar Nasution ini pasangan ideal memimpin Riau 2018 mendatang. Satu dari Riau Pesisir dan satu lagi dari Riau Daratan. Syamsuar merupakan Bupati terpopuler di Riau dengan segudang prestasinya. Begitu juga dengan Edi Natar yang merupakan sosok Komandan Komando Resort Militer (Danrem) yang bermasyarakat," kata Ketua DPW Riau Partai Nasdem, Iskandar Husein kepada GoRiau.com, Jumat (29/12/2017).grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail
Galeri Kunjungan Presiden Ke Riau

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri