Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Al Azhar: Surat LAM ke Gubri untuk Mempertanyakan PDF Cetak Email
Kamis, 12 Oktober 2017 19:09

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Riau menegaskan, bahwa isi surat LAM Riau untuk gubernur beberapa hari lalu bukanlah surat teguran atau surat protes, melainkan sebuah pertanyaan.

 

Al Azhar menyatakan, bahwa itulah tugas LAM Riau. Untuk mempertanyakan kepada gubernur Riau selaku Datuk Seri Setia Amanah masyarakat Melayu Riau, kenapa bukan tradisi Melayu yang akan diangkat untuk menjadi iven budaya Riau.

 

"Surat itu bukan teguran, bukan protes. Itu pertanyaan kita kepada beliau selaku Datuk Seri Amanah kita. Itu tugas kami untuk mempertanyakannya, karena beliau adalah datuk kita," ujar Al Azhar, Rabu (12/10/17).

 

LAM Riau, lanjut Al Azhar mempertanyakan kenapa bukan budaya dan tradisi Melayu yang dikembangkan terlebih dahulu untuk dijadikan iven pariwisata nasional.

 

Sebelumnya, Gubernur Riau H Arsyajuliandi Rahman mengeluarkan pernyataan untuk menjadikan festival Zhong Qiu sebagai iven pariwisata di Riau. Pernyataan ini dikeluarkannya ketika menghadiri festival Zhong Qiu di Jalan Karet beberapa waktu lalu.bpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail
Galeri Kunjungan Presiden Ke Riau

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota