Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
70 Persen Honorer di Riau Gagal Jadi CPNS PDF Cetak Email
Rabu, 01 Desember 2010 17:20

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Saat ini ada sekitar 4000-an pegawai honorer di Riau yang diajukan untuk menjadi CPNS ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Namun sebanyak 70 persen diantaranya, dipastikan gagal jadi CPNS karena tidak memenuhi syarat.

Hal ini diungkapkan Kepala BKN Regional XII Dede Djunaedy, kepada wartawan termasuk riauplus.com, Rabu (1/12), saat dikonfirmasi jumlah pegawai honorer yang diangkat jadi CPNS tersebut. Dikatakan, untuk di Riau jumlahnya yang sangat banyak adalah guru honorer.

"Memang ada sekitar 4000-an honorer yang diajukan pemerintah kabupaten/kota kepada kita, untuk diangkat menjadi CPNS. Tetapi, 70 persen dari mereka tidak memenuhi syarat. Hanya 30 persen saja yang lolos verifikasi,"tegas Dede, di sela-sela acara peresmian Gedung Baru BKN XII di Pekanbaru.

Menurutnya, ada beberapa persyaratan yang paling banyak tidak dipenuhi para pegawai dan guru honorer tersebut. Diantaranya, honorer yang diajukan itu masa bertugasnya mulai Tanggal 1 Januari 2006. Kemudian, kebanyakan mereka menjadi guru honor bukan berdasarkan persetujuan kepala daerah, melainkan komite sekolah atau kepala sekolah.

Padahal kata Dede, ada empat persyaratan yang harus dipenuhi yakni, masa tugasnya menjadi guru honorer mulai 1 Januari 2005 dan terus-menerus tanpa ada putus. Lalu ada persetujuan dari bupati/walikota jadi honorer.

"Ketiga, bekerja pada instansi pemerintah. Keempat, digaji dengan menggunakan anggaran APBD. Jika keempat syarat ini dipenuhi, kita pasti menyetujuinya menjadi CPNS,"sebutnya lagi.

Dede menambahkan, dari 70 persen honorer yang tidak memenuhi persyaratan itu, paling banyak terdapat di Kabupaten Bengkalis."Kalau di Bengkalis itu ada sekitar 600-an pegawai honor yang tidak memenuhi syarat jadi CPNS,"paparnya. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota