Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Tekuk Cilegon United 4 - 0 PSPS Lolos ke Delapan Besar Liga 2 PDF Cetak Email
Selasa, 10 Oktober 2017 18:46

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - PSPS berhasil membungkam tamunya Cilegon United 4 - 0 kala kedua tim bentrok, Selasa (10/10/17) petang di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai. PSPS pun berhasil lolos ke babak delapan besar Liga 2 musim 2017.

 

Menang atas Cilegon, PSPS mengoleksi 8 poin. Poin yang sama dengan milik PSS Sleman yang diwaktu bersamaan menekuk Persis Solo dengan skor 2 - 1.

 

PSPS berhak menemani Persis Solo ke babak delapan besar karena menang head to head atas PSS Sleman. PSPS berstatus runner up group A.

 

PSPS berhasil membabat tim tamunya sebanyak 4 gol.Tiga gol tercipta pada babak pertama, satu lagi dicetak pada babak kedua.

 

Empat gol PSPS dicetak masing - masing Wajir Khafi, Dzumafo, Firman Septian dan Frengky.tpc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota