Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
DPR RI-Pemprov Bahas Draf RUU Ilegal Logging PDF Cetak Email
Selasa, 30 November 2010 23:02

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Tim Komisi IV DPR RI yang dipimpin Firman Subagyo, melakukan pertemuan dengan Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Selasa (30/11) di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau. Pertemuan itu, untuk menyamakan persepsi penyempurnaan pembahasan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang pencegahan dan pemberantasan pembalakan liar.

Firman yang ditemui riauplus.com usai pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya sengaja melakukan pertemuan dengan jajaran Pemprov Riau tersebut."Ini kita lakukan untuk menampung sejumlah pendapat di daerah, tentang penyempurnaan draf RUU Pencegahan dan pemberantasan pembalakan liar,"jelasnya.

Dikatakannya, selama ini persepsi tentang pembalakan liar ini memang sangat menimbulkan polemik. Para akademisi, penyidik kepolisian maupun jaksa penuntut masih belum satu persepsi tentang makna ilegal logging ini.

"Contohnya saja apabila ada yang membawa alat berat ke tengah hutan. Menurut sebagian kalangan itu adalah HAM. Namun oleh polisi, itu sudah jelas tujuannya untuk pembalakan liar,"ujarnya.

Karena itu, kata Firman, sebelum RUU tentang pembalakan liar ini disahkan menjadi Undang-Undang, maka pihaknya turun ke daerah-daerah guna menyerap pendapat tentang makna ilegal logging. Sehingga, begitu RUU ini disahkan, semua komponen sudah memiliki satu persepsi yang sama dan tidak lagi menimbulkan kontrapersepsi.

"Kita menyerap aspirasi dari daerah, terutama dari tiga Provinsi yang memiliki hutan luas. Diantaranya, Riau, Kalimantan Barat dan Papua,"sebut Firman. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu