Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Pusat Tarik Tiga Helikopter dari Riau PDF Cetak Email
Minggu, 07 Oktober 2018 14:07

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Tiga Helikopter pinjaman pemerintah pusat sudah ditarik dari Riau. Pasalnya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai menurun seiring masuknya musim penghujan.

 


Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, Ahad (7/10/2018). "Potensi Karhutla di Riau sudah menurun sejak September lalu. Maraknya karhutla itu terjadi pada Agustus, karena saat itu puncaknya musim panas di Riau. Ketika itu, seluruh tenaga kita kerahkan. Baik Satgas Darat, maupun Satgas Udara," katanya.


Termasuk kata dia, mengerahkan tiga helikopter water bombing bantuan BNPB. Tiga helikopter ini selalu diterbangkan untuk melakukan pemadaman melalui udara di sejumlah titik yang sulit dijangkau tim Satgas Darat.


"Pengoperasian helikopter sudah beberapa bulan di Riau. Seperti terakhir  pemadaman dilakukan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Namun kini, tiga helikopter water bombing yang dipinjamkan oleh pemerintah pusat, ditarik. Tiga helikopter water bombing itu antara lain, dua unit jenis Kamov, dan satu unit Bell 214," bebernya.


Helikopter Kamov merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sedangkan helikopter jenis Bell 214, bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).


Dia mengatakan, pemberhentian pengoperasian tiga helikopter itu dimulai sejak Sabtu (6/10/2018). Hal tersebut dilakukan atas kebijakan yang dikeluarkan oleh BNPB. Karena itu semua helikopter untuk di stop dulu.


Menurut Edwar, penarikan helikopter water bombing ini tidak hanya di Riau saja. Hal ini serentak dilakukan di semua provinsi yang sebelumnya juga dipinjamkan helikopter water bombing oleh pemerintah pusat.


Hal itu dilakukan untuk mengevaluasi hasil kerja helikopter selama dikerahkan memadamkan karhutla. Untuk ke depan, lanjut Edwar, akan dikoordinasikan dengan BNPB. Jika harus dibutuhkan kembali, helikopter tersebut siap dikerahkan kembali untuk pemadaman karhutla.


"Kalau nanti kondisinya membutuhkan helikopter, akan kembali dikerahkan helikopter water bombing ke Riau. Kita tunggu arahan dari pusat," tukasnya.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota