Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Pagi 140 Hotspot Kepung Riau, Sore Tadi 'Blank Area' PDF Cetak Email
Minggu, 19 Agustus 2018 19:22

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Satelit Terra Aqua memantau lonjakan jumlah titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah di Provinsi Riau, Ahad (19/8/18) pagi, namun petang tadi justru blank area.

 


Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, terdapat 140 titik panas yang mengindikasikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau.


Lonjakan titik panas terjadi di Kota Dumai mencapai 67 titik. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di saat bencana Karhutla Riau sekarang. Titik panas juga terpantau di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) 42 titik.


"Selain itu, di Bengkalis terpantau 12 titik, enam titik terpantau di Pelalawan, empat titik masing-masing di Rohul, dan Inhu. Sementara untuk Kampar dan Kuansing Terpantau masing-masing satu titik panas," ujar Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno.


Dari 140 titik panas yang terpantau itu, BMKG menyatakan 68 titik di antaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat adanya Karhutla dengan tingkat kepercayaan diatas 70 persen.Titik api terbanyak terpantau di kawasan pesisir Riau, Dumai, Rohil dan Bengkalis.


Titik panas yang terpantau satelit ini pada Minggu sore pada Pukul 16:00 wib tidak lagi terpantau, karena satelit tidak melintasi daerah tersebut. Satelit hanya melihat satu titik panas saja di Riau pada minggu sore.


"Update sore, Riau blank area. Satelit tidak melintas atau tidak mendeteksi Hot Spot di Riau," sebutnya.


Banyaknya titik panas yang mengepung wilayah Riau di saat hujan mulai turun dijelaskan Sukisno karena tidak meratanya hujan, dan intensitasnya yang ringan. Selain intensitas hujan dan tingkat kemerataannya, iklim dan cuaca di Riau pada bulan Agustus ini merupakan puncak musim kemarau, sehingga peluang munculnya titik panas semakin besar.tpc/nor



 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy