Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
23 Titik Panas Terpantau di Riau PDF Cetak Email
Kamis, 07 Juni 2018 16:38

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, cuaca semakin panas saja. Bahkan hari ini Kamis (7/6/18), terpantau 78 titik panas (hotspot) di Sumatera. Dari jumlah tersebut, Riau menjadi wilayah yang paling banyak menyumbang hotspot.



Hal ini disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru Sukisno. Ia mengatakan 78 hotspot yang terpantau di Sumatera tersebar di 10 wilayah.


"Yakni di Aceh 10 titik, Sumut 14 titik, Sumbar 2 titik, Jambi 4 titik, Sumsel 4 titik, Bemgkulu 18 titik, Lampung 1 titik, Bangka Belitung 1 titik, Kepulauan Riau 1 titik dan Riau 23 titik. Riau menjadi penyumbang terbanyak hotspot di Sumatera," ujar Sukisno.


Ia mengatakan untuk Riau hotspot tersebar di 6 hotspot. "Yakni di Rohil 1 titik, Rokan Hulu 2 titik, Dumai 3 titik, Bengkalis 3 titik, Siak 9 titik dan Pelalawan 5 titik," ungkapnya.


Dari 23 hotspot yang ada Riau, dua titik memiliki level kpnfidence diatas 70 persen yang artinya, dua titik tersebut diduga kuat adalah kebakaran lahan dan hutan."Dua titik tersebut berada di Rohil dan Siak. Masing-masing 1 titik," pungkasnya.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota