Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Pagi Ini, Riau 'Dikepung' 15 Hotspot, Kabut Asap Kembali Mengancam PDF Cetak Email
Sabtu, 21 Oktober 2017 09:37

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Berdasarkan pantauan Satelit Terra dan Aqua menggunakan sensor modis, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa saat ini di pulau Sumatera terdeteksi 49 hotspot (titik panas). Dari jumlah, hotspot terbanyak terdapat di Riau, yakni 15 titik.

 

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG stasiun Pekanbaru, Slamet Riyadi, mengatakan bahwa 49 hotspot tersebut tersebar di 9 provinsi.

 

"Di Sumatera Barat ada lima titik, Jambi enam titik, Aceh, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara masing-masing tiga titik. Sedangkan Lampung dan Kepulauan masing-masing satu titik. Bangka Belitung 12 titik dan Riau 15 titik," ujar Slamet, Sabtu (21/10/17).

 

Untuk wilayah Riau, 15 titik hotspot tersebut tersebar di kabupaten Pelalawan empat titik. Sementara di Kepulauan Meranti, Kuansing, Rokan Hilir, Siak dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik.

 

Sementara di Kampar, Rokan Hulu dan Indragiri Hulu masing-masing dua titik.

 

"Dari 15 titik hotspot tersebut, enam titik berpotensi kuat adanya kebakaran lahan dan hutan. Keenam titik tersebut ada Kampar dua titik, Kuansing, Pelalawan, Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti masing-masing satu titik," paparnya.ck/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang