Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Juri Sebut Pencarian Kredit Hasil Rapat Komite PDF Cetak Email
Senin, 07 Januari 2013 15:50

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Sidang kasus dugaan korupsi kredit macet Bank Riau Kepri, dengan terdakwa Bukhari Arahim selaku Direktur Pemasaran, Senin (7/1/13), kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Kali ini, mantan Ketua Divisi Perkreditan Bank Riau Kepri, Juri Haji Arysad, menjadi saksi.


Dihadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Krosbin Lumban Gaul SH MH, saksi Juri mengatakan, jika dia mengetahui PT Saras Perkasa, yang mengajukan kredit untuk mengambil alih (Take over) pembangunan Mal dan pertokoan di Batam, setelah adanya rapat komite.

''PT Saras Perkasa saya ketahui setelah mendapat laporan hasil rapat Komite. Saya tidak ikut rapat komite, karena saya pulang kampung,''sebut Juri yang menjabat sejak tahun 1999-2003 silam.

Dari laporan itu diketahui Juri, bahwa keputusan rapat tersebut bank Riau Kepri menyetujui flapon kredit yang diajukan PT Saras Perkasa sebanyak Rp35,2 miliar. Yang diajukan PT Saras Perkasa sebanyak Rp36 milyar dan disetujui sebesar Rp35,2 milyar, dengan segala persyaratan yang diajukan.

Selain itu, dikatakan Juri lagi, pedoman memberi kredit, berupa investasi sesuai Keputusan Direksi BPD Riau, No 35 Tahun 2001. Isinya tentang syarat permohonan kredit, syarat umum, persyaratan operasional.

"Pemberian kredit tersebut, untuk menyelamatkan kredit bermasalah sebelumnya. Hingga kredit yang ditake over oleh Arya Wijaya, PT Saras Perkasa. Kredit menyelamatkan kredit dari Bank Indonesia. Karena yang lama PT Karya Wira Wanatama tidak kooperatif lagi, asetnya belum dikuasai bank Riau dan diupaya untuk memilikinya hingga dapat,''terangnya.

Dalam pengajuan kredit ini lanjut Juri, yang menjadi anggunannya berupa Mal Batavia di Batam yang di-take over tersebut.

Lalu, majelis hakim mempertanyakan, apakah PT Saras Perkasa sudah memiliki badan hukumnya saat mengajukan kredit tersebut. Kepada hakim, Juri mengatakan, jika badan usaha perusahaan ini belum ada dari Kemenkum Ham.

Ketika itu, bank hanya memegang akte notaris, sambil menunggu izin dari Kemenkum Ham. Namun menurut Juri, pemberian kredit sudah sesuai dengan aturan, meski tidak seluruhnya. M. Nur Zein

 

 

Galeri Foto

Galeri Upacara HUT Ke-69 RI Pemprov Riau

article thumbnail
Galeri Perayaan HUT Ke-57 Provinsi Riau

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran