Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Korupsi, Mantan Kepala dan Bendahara BKKBN Divonis Setahun PDF Cetak Email
Rabu, 08 Desember 2010 19:35

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - Mantan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, Marlis Alamsyah dan Bendaharanya Hotna Sari, divonis selama satu tahun penjara karena terbukti korupsi. Vonis tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa yakni selama 1,6 tahun.

Dalam amar putusannya,  majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai Minanoer Rachman, Rabu (8/12) menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 KUHP.

Selain penjara, kedua terdakwa juga membayar denda sebesar Rp50 juta. Namun jika denda tersebut tidak bisa dipenuhi, maka terdakwa dapat menggantinya dengan hukuman dua bulan kurungan.

Kedua terdakwa tidak harus membayar uang pengganti kepada negara. Pasalnya, kerugian negara yang ditimbulkan atas penyimpangan yang dilakukan kedua terdakwa sebesar Rp125.735.560, telah dikembalikan saat kasus ini diselidiki pihak kepolisian. Atas vonis itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya  menyatakan pikir-pikir.

Penyimpangan yang dilakukan kedua terdakwa berawal, ketika pusat menganggarkan dana untuk program pelayanan KB pada tahun 2005, dengan pagu anggaran Rp12,3 miliar. Lalu terjadi pemotongan dana droping KB di seluruh kabupaten/kota Provinsi Riau sebesar 3 persen.

Alasan pemotongan, sudah jadi kebiasaan dari sebelumnya di BKKBN untuk biaya operasional. Padahal biaya tersebut telah dianggarkan khusus. Berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKB) Riau, ditemukan kerugian negara sebesar Rp125.735.560. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail
Galeri Kunjungan Presiden Ke Riau

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran