Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Warga Keturunan Tenggelam Akhirnya Ditemukan PDF Cetak Email
Rabu, 08 Desember 2010 15:38

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM - Miawi alias Achek (50) warga Perumahan Komplek Jondul Blok DD 7, Kelurahan Sail, Tenayan Raya, yang tenggelam di Sungai Sail, Selasa (6/12) sekitar pukul 13.00 Wib kemarin, akhirnya ditemukan tim SAR Pekanbaru. Warga keturunan ini jasadnya ditemukan sekitar 200 meter dari jembatan, Rabu (8/12) sekitar pukul 13.50 Wib.

Penemuan mayat itu dibenarkan Komandan Tim SAR Pekanbaru, Budi Arman, kepada riauplus.com, saat dikonfirmasi terkait perkembangan pencarian jasad korban itu."Sudah kita temukan jasad korban, sekitar 200 meter dari Jembatan Sail,"terangnya.

Budi menambahkan, pihaknya begitu menemukan jasad korban langsung melakukan evakuasi. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke RSUD Arifin Achmad untuk divisum sebelum diserahkan kepada keluarganya.

Diwartakan sebelumnya, informasi adanya pria yang  tenggelam di Sungai Sail, tepatnya di bawah jembatan Perumahan Jondul Lama ini, pertama kali diketahui oleh pedagang buah keliling Sudirman alias Ajo buah (49), warga Jalan Hangtuah Gang Sabara No 49.

Menurut Sudirman kepada riauplus.com, Selasa (7/12) siang itu sekitar pukul 13.00 WIB Dia melintas di atas jembatan sungai sail. Saat melintas itu Ajo melihat ada tangan menggapai-gapai di dalam sungai, tidak jauh dari pohon bambu.


"Melihat ada tangan menggapai-gapai itu, saya pun menjerit minta tolong. Tetapi tidak ada warga yang mendengar dan keluar dari rumah,"ujarnya.


Hingga akhirnya bersamaan lewat pasangan suami-istri dengan sepeda motor. Lalu warga itu pun menolong dengan melompat ke sungai. Namun tidak berhasil.   Informasi ada orang tenggelam di Sungai Sail itu langsung dikabari warga ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan dari warga itu aparat Polsek Lima Puluh dan Polsek Tenayan Raya langsung meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP), karena sungai tersebut berada di dua wilayah antara Polsek Lima Puluh dan Polsek Tenayan Raya.


Salah seorang warga Tarigan (50) yang rumahnya berada di depan sungai mengatakan, ada warga di perumahan jondul bernama Achek (52) dari pukul 12.00 WIB tidak pulang-pulang. "Biasanya Achek ini selalu mondar-mandir di jembatan. Tapi hingga pukul 17.00 WIB ia tidak pernah kami lihat," ujar Tarigan.


Keponakan Achek, bernama Agus yang tinggal di Jalan Riau yang datang ke lokasi juga mengaku pamannya itu belum pulang ke rumah dari pukul 12.00 WIB tadi. Apalagi, Achek sedikit mengalami gangguan kejiwaan.  M. Nur Zein

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda bijak bestari
Pantun menjadi suluh negeri
Ilmu tersirat payah dicari
Bila disimak bertuahlah diri