Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Diduga Korban Trafficking, Gadis Bengkulu Lapor Polisi PDF Cetak Email
Kamis, 25 November 2010 21:37

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Seorang gadis berinisial Mi (16) warga Bermari Ulu Kabupaten Pejang Lebang, Bengkulu, bersama tiga rekannya masing-masing Au (17), An (17) dan seorang pria Ai (19) berhasil kabur dari tempat karaoke di Jalan Tuanku Tambusai. Pasalnya, ketiga gadis ABG yang diduga korban traffiking ini, dipaksa untuk melayani tamu karaoke.

Berdasarkan pengakuan Mi kepada wartawan di Mapolsekta Payung Sekaki menceritakan, ketika itu dirinya ditawari bekerja di Pekanbaru sebagai karyawan salon."Yang menawarkan itu Irawan orang kampung kami juga,"sebutnya, Kamis (25/11).

Ketika itu Irawan menanyakan apakah mereka bisa melakukan creambath, cuci muka dan gunting rambut. Ketiganya pun menyanggupi dan langsung berangkat bersama Irawan ke Kota Bengkulu.

Setibanya di Bengkulu, mereka dijemput oleh dua orang dari pihak karaoke dengan menggunakan mobil pribadi. Lalu mereka pun berangkat ke Pekanbaru, sementara Irawan tinggal di Bengkulu.

Hingga akhirnya, Kamis (25/11) sekitar pukul 04.00 Wib subuh mereka sampai di Pekanbaru. Kemudian korban diantar ke tempat karaoke dan tidur di lantai tiga.

Lalu paginya, pihak karaoke yang berinisial Sis dan Lidya menemui korban. Ketika itu keduanya menjelaskan pekerjaan mereka di tempat karaoke itu.

"Kami disuruh menemani tamu karaoke dengan bayaran percasnya Rp40 ribu. Tentu saja pekerjaan itu kami tolak. Lalu kami pun minta dipulangkan ke Bengkulu. Namun Sis marah-marah,"ujarnya.

Karena dipaksa, akhirnya gadis ABG ini terus bekerja sambi mencari peluang untuk kabur. Hingga akhirnya mereka berhasil lolos dan mencari kantor polisi yang terdekat.

Kapolsek Payung Sekaki AKP Ahmad membenarkan adanya laporan para korban tersebut. Dikatakan, pihaknya akan segera memanggil pemilik karaoke di Jalan Tuanku Tambusai itu, untuk dikonfrontir dengan korban."Laporan ini akan kita tindak lanjuti, dengan memanggil pihak karaoke,"ujarnya. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu