Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Polda Bekuk Dua Sindikat Narkotika PDF Cetak Email
Selasa, 23 November 2010 14:24

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Jajaran Direktorat Narkoba Polda Riau berhasil membekuk dua sindikat Narkotika jenis shabu-shabu, Adi (31) warga Komplek Perum Duta Mas dan Azra alias Amek (29) warga Jalan Pasir Putih Siak Hulu, Selasa (23/11) sekitar pukul 02.00 Wib dinihari di tempat berbeda. Dari tangan keduanya, polisi menemukan barang bukti satu paket shabu seharga Rp800 ribu.

Informasi yang dirangkum riauplus.com melalui Kasat I AKBP Sukman mengatakan, penangkapan terhadap kedua tersangka ini berawal dari informasi masyarakat. Lalu polisi melalukan penyamaran dengan menurunkan tim under cover buy, dengan menemui Amek.

Ketika itu, polisi memesan satu paket shabu seharga Rp800 ribu kepada Amek. Setelah mengambil uang, lalu Amek menghubungi Adi memesan shabu kepadanya."Kedua orang ini memang dikenal pengedar di daerahnya,"sela Sukman.

Adi yang mendapat pesanan dari Amek itu, lalu menghubungi Jay (DPO) warga Jalan Soekarno-Hatta. Saat itu, Adi langsung bertemu dengan Jay di sebuah Pom bensin untuk melakukan transaksi shabu sebesar Rp1,5 juta.

Kemudian, Adi kembali menemui Amek untuk menyerahkan pesanan paket shabu sebesar Rp800 ribu. Usai menerima shabu dari Adi itu, Amek lalu menemui polisi yang melakukan penyamaran.

"Saat menyerahkan shabu itu, kita langsung menangkap Amek. Lalu kita kembangkan dan menangkap Adi di rumahnya. Dari hasil penggeledahan di rumah Adi, kita menemukan barang bukti lainnya seperti plastik bening, mancis dan lainnya,"ujar Sukman. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat