Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Anak Divonis Setahun, Guru SMP Histeris di Pengadilan PDF Cetak Email
Selasa, 24 Januari 2012 19:50

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Salah seorang guru SMP di Pekanbaru, Risnawita, mengamuk di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (24/1//12). Ibu guru ini tidak terima anaknya dihukum selama satu tahun penjara oleh majelis hakim, dalam kasus penadah motor curian.


Aksi nekat Risnawita itu dilakukannya, begitu mengetahui hukuman yang diterima oleh anaknya itu. Lalu dengan bergegas, sang guru ini langsung menuju ruang sidang. Tanpa ampun, Risnawita meneriakkan kata-kata pedas kepada hakim dan jaksa yang telah menghukum anaknya itu.

"Apa hukum ini tidak ada toleransinya bagi seorang guru. Kalian hakim dan jaksa seenaknya menghukum anak saya yang tidak bersalah. Kalau tanpa guru, kalian tidak akan bisa jadi jaksa dan hakim,"teriak Risnawati di luar sidang.

Kontan saja, teriakan Risna itu mengundang perhatian pengunjung sidang. Bahkan beberapa sidang lain yang sedang berlangsung, sempat terhenti akibat kehebohan yang dilakukan Risnawita itu.

Melihat Risna terus histeris meronta dan menangis sejadi-jadinya itu, beberapa petugas keamanan yang berada di pengadilan mencoba menenangkannya. Namun Risna tidak peduli dan terus saja berteriak.

Hingga beberapa menit kemudian, Risna pun nyaris rubuh dan hampir tidak sadarkan diri. Beruntung, tubuh ibu guru ini cepat ditolong beberapa pengacara dan membaringkannya di sebuah kursi. Setelah diberikan minuman, barulah Risna dapat ditenangkan.

"Saya tidak terima anak saya dihukum segitu. Dia tidak bersalah, kenapa hukumannya tinggi.  Motor itu, hanya titipan temannya saja. Saya sudah mengabdi menjadi guru selama 25 tahun di Pekanbaru ini. Mana perhatian hakim dan jaksa itu kepada saya,"lirihnya.

 

 

Dalam kasus ini, anaknya bernama  Romi Putra, divonis majelis hakim yang dipimpin Pasti Tarigan SH, selama satu tahun penjara. Sebelumnya, Romi dituntut jaksa Nuraini Lubis SH selama 10 bulan penjara. Romi dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 480 KUHP tentang penadah sepeda motor curian. Terdakwa lainnya, Jaka, yang juga teman Romi, divonis selama setahun penjara.

 

Sementara salah seorang anggota majelis hakim kasus ini, Syaiful Azwir SH kepada riauplus.com mengatakan, kalau berdasarkan fakta persidangan memang terbukti kalau Romi sebagai penadahnya."Bahkan saat ditanya di persidangan, Romi mengaku dirinya yang menadah motor yang dicuri terdakwa Jaka itu,"ulasnya. M. Nur Zein

 

Galeri Foto

Galeri Kunjungan Presiden Ke Riau

article thumbnail
Galeri Upacara HUT Ke-69 RI Pemprov Riau

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota