Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Jaksa Tahan Pengelola KMP Tasik Gemilang PDF Cetak Email
Senin, 13 Mei 2019 20:41

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM—Setelah mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bengkalis JA dilakukan tindakan penahanan, kali ini pihak kejaksaan kembali melakukan hal yang sama terhadap YA, kontraktor pengelola Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang.

 


Tindakan penahanan itu, dilakukan tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis, di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (13/5).JA dan YA, merupakan tersangka dalam perkara dugaan korupsi operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang. YA sendiri dalam perkara ini merupakan pihak rekanan yang mengelola KMP Tasik Gemilang itu.


“Hari ini kita lakukan tindakan penahanan terhadap YA. Dalam rangka Tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti). Tersangka kita titipkan di Rutan (Sialang Bungkuk),” ucap Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Bengkalis, Agung Irawan SH, di Kejati Riau.


Diterangkannya, saat ini pihaknya tengah merampungkan isi dakwaan perkara terhadap kedua tersangka tersebut. Yang mana, pihaknya merencanakan akan melimpahkan berkas perkara tersebut pada hari Kamis (16/5).


“Insya Allah kalau tidak ada halangan hari Kamis besok kami limpahkan berkasnya ke Pengadilan,” terangnya.


Ditambahkannya, dalam perkara tersebut, pihaknya telah menyiapkan 3 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mendakwa dan menuntut kedua tersangka tersebut. “JPU ada 3 orang,” tambahnya.


Dalam pemberitaan sebelumnya, JA dilakukan tindakan penahanan oleh Jaksa pada hari Rabu (8/5) lalu. Sedangkan YA saat itu, tidak memenuhi panggilan Jaksa. Hal tersebut, dikarenakan YA saat itu sedang sakit.


Seperti diketahui sebelumya, Kejari Bengkalis melakukan proses penyelidikan, penyidikan hingga menetapkan JA dan YA sebagai tersangka dalam perkara tersebut.


Perkara ini mencuat setelah bidang Pidsus Kejari Bengkalis menerima audit dari pihak BPKP Riau terkait dugaan korupsi operasional Kapal Motor Penumpang (KMP) Tasik Gemilang.


Berdasarkan hasil audit yang diterima Pidsus Kejari Bengkalis dari BPKP Riau di akhir tahun 2018 lalu, ditemukan adanya indikasi kerugian negara terkait operasional KMP Tasik Gemilang.


Adapun indikasi kerugian negara itu, sebesar Rp1,3 miliar pada pengelolaan KMP Tasik Gemilang dari tahun 2012 hingga 2015.


Pada kasus pengelolaan KMP Tasik Gemilang ini, Pemerintah Bengkalis dalam kasus ini dirugikan karena tidak menerima pendapatan yang seharusnya dari pengelolaan KMP Tasik Gemilang oleh pihak ketiga. Inilah indikasi kerugian ini yang ditemukan pihak BPKP Riau saat melakukan audit.kmx/nor


 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy