Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Korupsi Pajak Bapenda Riau, Polda Penuhi Petunjuk Jaksa PDF Cetak Email
Rabu, 17 Oktober 2018 19:44

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau diketahui sedang melengkapi berkas dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penerbitan surat ketetapan pajak daerah (SKPD) di sistem pelayanan satu atap (Samsat) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau.

 


Proses penyidikan itu kini sedang pemberkasan, sesuai petunjuk jaksa peneliti yang menyatakan berkas belum lengkap. Penyidik sedang melengkapi berkas itu sesuai petunjuk jaksa.


Setelah petunjuk jaksa dilengkapi, maka berkas akan kembali diserahkan ke Jaksa untuk diteliti kembali apakah masih ada yang kurang atau tidak, sehingga bisa langsung dinyatakan lengkap atau P21."Sekarang kita masih melengkapi berkas sesuai petunjuk jaksa," ungkapnya.


Dalam penyidikan ini, penyidik telah menetapkan dua orang tersangka. Jumlahnya masih sama sejak penetapan awal kasus ini, dua orang. Keduanya, Dm yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Samsat, dan satu lagi, Jj yang merupakan pegawai honorer di Samsat.''Tersangkanya masih sama yakni Dm dan Jj Kalau sudah rampung akan kita limpahkan ke jaksa (tahap II,red)'' tegasnya.


Dugaan kasus korupsi ini mulai mencuat pada tahun 2016 lalu yang mana sekitar 400 mobil memiliki Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) tanpa izin atau tidak wajar dari Direktorat Lalu Lintas Polda Riau.


Perkara ini terungkap setelah ditemukannya keganjilan pada Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD), yakni lembaran belakang dari STNK kendaraan bermotor tidak tercantum paraf di kolom korektor. Adapun pengurusan pajak diketahui dilakukan di Samsat.


Ada ratusan SKPD kendaraan bermotor, khususnya roda empat yang tidak memiliki paraf di kolom korektor. Diduga uang dari pembayaran pajak tersebut tidak masuk ke kas negara. Selain tidak ada paraf, polisi juga menemukan adanya lompatan tahun yang tak biasa, mayoritas dari penunggak pajak.


Diketahui, perkara ini ditangani oleh Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Dari hasil penghitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 1,7 miliar.tpc/nor



 

 

Galeri Foto

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda permata intan
Pantun Melayu jangan abaikan
Di dalamnya banyak mengandung pesan
Pegang olehmu jadi pedoman