Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Oknum Polisi Ini Tega Aniaya Pacarnya Hingga Pingsan PDF Cetak Email
Rabu, 17 Oktober 2018 19:01

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Seorang oknum polisi Aditya Pratama (28), diajukan ke persidangan karena tega menganiaya pacarnya, Ariyati Ningsing.

 


Pada sidang yang dipimpin Majelis hakim Martin Ginting SH, Selasa (16/10/18) malam itu, jaksa penuntut umum (JPU) Wilsa Riani SH menghadirkan korban Ariyati ke persidangan. Dalam keterangannya, korban mengaku sering dipukuli oleh terdakwa.


Peristiwa pemukulan itu terjadi pada tanggal 26 November 2017 di rumah terdakwa di Jalan Datuk Setia Maharaja, Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru. Ketika itu, korban ingin menanyakan keseriusan terdakwa untuk menikahinya.


Namun pada saat itu, terdakwa yang tengah main game memarahi dan memaki korban."Tidak kau lihat dengan mata kau, kalau aku sedang main game, pantek, (maaf),"ujar terdakwa kala itu.


Korban yang memang ingin kepastian hubungan keduanya, lalu kembali meminta terdakwa untuk berbicara sebentar. Namun lagi-lagi, terdakwa emosi.


"Kan undah kubilang sama kau tadi, aku lagi main game,pantek kau, anjing kau (maaf). Nantilah pantek,"umpatnya berulang kali kepada korban.


Bahkan tidak itu saja, terdakwa yang sedang emosi itu lalu melayangkan tinjunya ke arah wajah korban. Tidak puas, terdakwa menendang dan mencekik leher korban.


Lalu, terdakwa menekan ulu hati korban. Hingga akhirnya korban jatuh pingsan.


Majelis hakim kemudian menanyakan alasan korban kenapa masih tetap bertahan menjalin hubungan dengan terdakwa. Padahal, dia kerap dianiaya dan dilecehkan oleh terdakwa.


Dengan berat hati dan air mata yang bercucuran, korban mengaku kalau keperawanannya telah diambil oleh terdakwa."Virgin (keperawanan-red) saya telah diambilnya pak hakim,"lirih korban yang membuat seisi ruang sidang terkejut.


Tidak hanya itu lanjut korban, akibat perbuatan terdakwa itu, dia pernah hamil."Namun digugurkan pak atas permintaan terdakwa,"paparnya, sambil menyebutkan jika terdakwa berjanji akan menikahinya.


Akibat perbuatannya itu, oknum polisi yang dinas di Polda Riau ini dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHPidana. Terdakwa sendiri tidak dilakukan penahanan terhadapnya.nor






 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy