Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Oknum Polisi Ini Tega Aniaya Pacarnya Hingga Pingsan PDF Cetak Email
Rabu, 17 Oktober 2018 19:01

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Seorang oknum polisi Aditya Pratama (28), diajukan ke persidangan karena tega menganiaya pacarnya, Ariyati Ningsing.

 


Pada sidang yang dipimpin Majelis hakim Martin Ginting SH, Selasa (16/10/18) malam itu, jaksa penuntut umum (JPU) Wilsa Riani SH menghadirkan korban Ariyati ke persidangan. Dalam keterangannya, korban mengaku sering dipukuli oleh terdakwa.


Peristiwa pemukulan itu terjadi pada tanggal 26 November 2017 di rumah terdakwa di Jalan Datuk Setia Maharaja, Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru. Ketika itu, korban ingin menanyakan keseriusan terdakwa untuk menikahinya.


Namun pada saat itu, terdakwa yang tengah main game memarahi dan memaki korban."Tidak kau lihat dengan mata kau, kalau aku sedang main game, pantek, (maaf),"ujar terdakwa kala itu.


Korban yang memang ingin kepastian hubungan keduanya, lalu kembali meminta terdakwa untuk berbicara sebentar. Namun lagi-lagi, terdakwa emosi.


"Kan undah kubilang sama kau tadi, aku lagi main game,pantek kau, anjing kau (maaf). Nantilah pantek,"umpatnya berulang kali kepada korban.


Bahkan tidak itu saja, terdakwa yang sedang emosi itu lalu melayangkan tinjunya ke arah wajah korban. Tidak puas, terdakwa menendang dan mencekik leher korban.


Lalu, terdakwa menekan ulu hati korban. Hingga akhirnya korban jatuh pingsan.


Majelis hakim kemudian menanyakan alasan korban kenapa masih tetap bertahan menjalin hubungan dengan terdakwa. Padahal, dia kerap dianiaya dan dilecehkan oleh terdakwa.


Dengan berat hati dan air mata yang bercucuran, korban mengaku kalau keperawanannya telah diambil oleh terdakwa."Virgin (keperawanan-red) saya telah diambilnya pak hakim,"lirih korban yang membuat seisi ruang sidang terkejut.


Tidak hanya itu lanjut korban, akibat perbuatan terdakwa itu, dia pernah hamil."Namun digugurkan pak atas permintaan terdakwa,"paparnya, sambil menyebutkan jika terdakwa berjanji akan menikahinya.


Akibat perbuatannya itu, oknum polisi yang dinas di Polda Riau ini dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHPidana. Terdakwa sendiri tidak dilakukan penahanan terhadapnya.nor






 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda permata intan
Pantun Melayu jangan abaikan
Di dalamnya banyak mengandung pesan
Pegang olehmu jadi pedoman