Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Ketiga

    apabila terpelihara mata,
    sedikitlah cita-cita.

    apabila terpelihara kuping,
    khabar yang jahat tiadalah damping.

    apabila terpelihara lidah,
    nescaya dapat daripadanya faedah.

    bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
    daripada segala berat dan ringan.

    apabila perut terlalu penuh,
    keluarlah fi'il yang tiada senonoh.

    anggota tengah hendaklah ingat,
    di situlah banyak orang yang hilang semangat

    hendaklah peliharakan kaki,
    daripada berjalan yang membawa rugi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Korupsi Gedung Fisip UNRI, Pengacara Minta Hakim Hadirkan Akok PDF Cetak Email
Selasa, 09 Oktober 2018 19:32

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Sidang dugaan korupsi pembangunan gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Riau (UR) dengan terdakwa mantan Pembantu Dekan (PD) II Heri Suryadi dan Komisaris PT Usaha Kita Abadi Ruswandi selaku kontraktor digelar Selasa (9/10/18) di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

 


Pada sidang yang dipimpin majelis hakim Bambang Myanto SH itu, pengacara terdakwa, Megawati SH, meminta hakim untuk dapat menghadirkan saksi fakta bernama Akok ke persidangan. Megawati mengakui, keterangan saksi Akok ini sangat penting didengarkan ke persidangan.


"Karena memang, banyak aliran dana yang diterima saksi Akok ini yang mulia. Sehingga kami perlu mendengarkan kesaksiannya ke persidangan ini,"pinta Megawati.


Atas permintaan pengacara itu, hakim kemudian menanyakan kepada jaksa penuntut umum (JPU) M Amin SH, Oka Regina SH dan Nuraeni Lubis SH. Kepada hakim, Oka mengaku telah melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali.


"Tetapi yang bersangkutan belum bisa datang. Karena memang berada di luar kota,"jelas Oka kepada hakim.


Kemudian Bambang meminta jaksa untuk tetap melakukan pemanggilan kepada saksi Akok."Nanti sambil sidang ini berjalan, pemanggilannya tetap dilakukan,"sebut hakim.


Dugaan korupsi pembangunan gedung Fisipol Unri, perkara ini juga menjerat tiga terdakwa yakni, Z selaku PNS di Unri, BJ selaku pihak swasta dan EG selaku PNS (berkas terpisah).


Z yang merupakan dosen di Unri, menjabat selaku Ketua Tim Teknis pembangunan proyek yang dilakukan pada 2012 lalu. Sementara BJ dari pihak rekanan, dan EG merupakan mantan Kabag ULP Pemprov Riau.


Dugaan penyimpangan pada proyek pembangunan gedung Fisipol Unri tahun 2012 lalu. Penyimpangan sudah terlihat dari awal proses lelang yang gagal hingga dua kali hingga panitia lelang melakukan penunjukkan langsung untuk menentukan pelaksana kegiatan.


Sejatinya, yang boleh mengerjakan proyek tersebut adalah peserta lelang yang telah mendaftar karena dalam pendaftaran, peserta pastinya membuat surat keterangan penyanggupan. Namun, oleh panitia lelang dipilihlah rekanan yang tidak sama sekali mendaftar.


Diduga proses penunjukkan tersebut dilakukan oleh Z. Adapun kontrak kerja ditandatangani oleh direktur rekanan yang diduga dipalsukan di depan Panitia Lelang dan Z. Adapun pihak yang diduga memalsukan berinisial W.


Dalam pengerjaannya, pada akhir Desember 2012 pekerjaan tidak selesai, hanya sekitar 60 persen tapi anggaran tetap dicairkan 100 persen. Rekanan juga tidak dikenakan denda dalam proyek Rp9 miliar yang bersumber dari APBN Perubahan Tahun 2012.


Audit BPKP Riau, terdapat kerugian negara sebesar Rp940.245.271,82. Terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 Undang-undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tidak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah pesan
Pantun Melayu jangan tinggalkan
Pakai olehmu untuk pedoman
Di dalamnya banyak tunjuk ajaran