Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Saling-Tikam, Pasutri di Rohul Ini Tewas Bersimbah Darah PDF Cetak Email
Senin, 08 Oktober 2018 19:26

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pasangan suami isteri di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Aniadi Waruwu (40) dan istrinya Avedi Zebua (33), tewas usai saling-tikam di rumah mereka.

 


Pasutri ini meninggalkan tiga anak mereka, dan satu orang cucu. Kedua pasutri itu ternyata selama ini sering berkelahi dan sedang pisah rumah.


Kapolsek Bonai Darussalam Iptu Riza Efendi saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyebutkan, keduanya ditemukan tewas pada Senin (8/10/18) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat anak-anak keduanya masih tertidur di rumah mereka, Desa Kasang Padang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.


"Si suami sedang tidak tinggal di rumah mereka, karena pergi dari rumah. Sebelumnya mereka berkelahi seminggu yang lalu. Nah tiba-tiba, dia datang dan masuk ke rumah melalui jendela kamar saat tengah malam sekitar pukul 00.30 WIB," ujar Riza.


Setelah masuk, Aniadi mengambil pisau dapur lalu ‎melihat istrinya yang terbangun. Aniadi langsung menghunuskan pisau ke perut istrinya hingga tergeletak. Lalu Aniadi hendak pergi meninggalkan isterinya.


"Si isteri bangkit sambil mencabut pisau dari perutnya, lalu menusuk suaminya‎. Kemudian keduanya sama-sama tergeletak di lantai, dan meninggal dunia," kata Riza.


Anak-anak mereka terbangun mendengar perkelahian kedua orangtuanya. Namun, saat itu anak-anak yang masih berusia belasan tahun tidak ada yang berani melerai perkelahian orangtuanya.


"Teriakan anak-anak didengar tetangga, tapi tetangga yang datang tidak berani masuk saat keributan itu," ucap Riza.

Salah seorang warga berinisiatif menghubungi polisi. Anggota Bhabinkamtibmas Bripka Firman Ritonga datang menuju lokasi. Namun, keduanya sudah terkapar bersimbah darah dan tidak bernyawa.grc/nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda dengarlah amanat
Pantun memantun sudah teradat
Di dalamnya banyak berisi nasehat
Bila dipakai hidup selamat