Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kasus GBI Arengka, Pengacara Sebut Dakwaan Jaksa Kabur PDF Cetak Email
Jumat, 05 Oktober 2018 08:37

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-Pendeta Jansaiman Saragih, yang menjadi terdakwa  dugaan penggelapan aset milik Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rayon 11 Cabang Arengka Jalan  Soekarno Hatta menyatakan keberatan atas dakwaan jaksa.

 


Dalam eksepsi yang dibacakan oleh kuasa hukumnya, Ivan Dhori Suranta Meliala SH M.Div, Kamis (4/10/18) di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menyebutkan, jika dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) Tri Djanuer Manurung SH tidak jelas atau kabur (obscuurlibel-red).


Ivan menilai, dakwaan jaksa tidak disusun secara cermat, jelas dan lengkap. Ini dibuktikan, bahwa jaksa tidak mengurai kronologis peristiwa hukum yang sebenarnya.


"Jaksa tidak menjelaskan mengenai tempat/lokasi dan waktu terjadinya pidana yang didakwakan kepada terdakwa. Jaksa hanya menyebutkan dengan berjalannya waktu,"bebernya.


Selain itu, dalam dakwaannya jaksa menyatakan, akibat perbuatan terdakwa menggelapkan kursi gereja merek futura 100 unit menimbulkan kerugian Rp17 juta. Akan tetapi, dalam tulisan terbilangnya, jaksa justru menuliskan'lima puluh dua juta rupiah'.


Hal inilah yang membuat Ivan yakin kalau dakwaan jaksa itu tidak cermat dan tidak jelas."Oleh sebab itu, kami meminta kepada majelis hakim untuk menolak dakwaan jaksa dan menerima eksepsi terdakwa,"tegasnya.


Pada sidang sebelumnya yang dipimpin majelis hakim Abdul Aziz SH dalam dakwaan JPU menyebutkan, dugaan penggelapan kursi merek Futura sebanyak 100 buahyang dilakukan Jansaiman terjadi pada Kamis (25/3/15) silam.  Berawal dari laporan pihak Gereja Betel Indonesia (GBI) ICC Rayon 11 Pekanbaru.


Berawal ketika GBI mendapatkan 200 kursi merek Futura dari saksi Lukmanto pada Mei 2013 lalu. Kemudian kursi itu dijual terdakwa kepada Pendeta Feri Heryanto seharga Rp17 juta.


Berdasarkan hasil audit internal melalui tim aset gereja GBI ICC Rayon 11 yang dipimpin Pdm Jhon Butti, pihak GBI ICC Rayon 11 Pekanbaru ternyata dana penjualan aset itu tidak termasuk dalam kas gereja. Akhirnya, kasus ini dilaporkan ke Polda Riau. Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat pasal 372 dan pasal 374 KUHP tentang penggelapan.nor


 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy