Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Besok, Sidang Dugaan Penggelapan Aset Gereja GBI Arengka PDF Cetak Email
Rabu, 03 Oktober 2018 13:20

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Pengadilan Negeri (PN) kembali akan menggelar sidang dugaan penggelapan aset milik Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rayon 11 Cabang Arengka Jalan  Soekarno Hatta dengan terdakwa Pendeta Jansaiman Saragih, Kamis (4/10/18) besok.


Kuasa hukum terdakwa,Ivan Dhori Suranta Meliala SH M.Div membenarkan hal tersebut. Disebutkan, pada sidang sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) Tri Djanuer Manurung SH telah membacakan dakwaan terhadap terdakwa.

"Besok, sidangnya kembali digelar. Agenda sidangnya mendengarkan eksepsi (keberatan-red) dari kuasa hukum terdakwa,"jelasnya, Rabu (3/10/18)00 di Pekanbaru.

Pada sidang sebelumnya yang dipimpin majelis hakim Abdul Aziz SH dalam dakwaan JPU menyebutkan, dugaan penggelapan kursi merek Futura sebanyak 100 buahyang dilakukan Jansaiman terjadi pada Kamis (25/3/15) silam.  Berawal dari laporan pihak Gereja Betel Indonesia (GBI) ICC Rayon 11 Pekanbaru.

Berawal ketika GBI mendapatkan 200 kursi merek Futura dari saksi Lukmanto pada Mei 2013 lalu. Kemudian kursi itu dijual terdakwa kepada Pendeta Feri Heryanto seharga Rp17 juta.

Berdasarkan hasil audit internal melalui tim aset gereja GBI ICC Rayon 11 yang dipimpin Pdm Jhon Butti, pihak GBI ICC Rayon 11 Pekanbaru ternyata dana penjualan aset itu tidak termasuk dalam kas gereja. Akhirnya, kasus ini dilaporkan ke Polda Riau. Atas perbuatannya itu, terdakwa dijerat pasal 372 dan pasal 374 KUH Pidana tentang penggelapan.


Terkait dakwaan jaksa itu kuasa hukum terdakwa, Ivan mengatakan, bahwa dana Rp17 juta hasil penjualan kursi itu digunakan untuk pembayaran sewa Ruko yang dijadikan gereja. Sisanya, dikembalikan ke kas gereja.

"Harga jual kursi itu Rp 17 juta. Sebesar Rp15 juta digunakan untuk membayar sewa ruko dan Rp 2 juta sisanya masuk ke kas gereja. Jadi tidak ada yang digelapkan terdakwa,"tegas Ivan.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda cahaya mata
Pantun Melayu jangan dinista
Isinya indah bagai permata
Bila dipakai menjadi mahkota