Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Kejati Tahan Dua Pejabat Dispora Riau PDF Cetak Email
Senin, 01 Oktober 2018 18:49

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau menahan dua pejabat Dispora Riau yang menjadi tersangka proyek pemeliharaan sarana dan prasarana tahun 2016, Senin (1/10/18).

 


Kedua tersangka adalah, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) berinisial M, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) inisial AH.Sebelum ditahan, kedua tersangka menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati. Pada pukul 15.45 WIB, kedua tersangka keluar dari ruang pemeriksaan.


Mengenakan jaket tahanan korupsi warna orange, kedua tersangka digiring ke mobil dinas Kejati Riau untuk dibawa ke Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Tersangka ditahan sebagai titipan jaksa.


Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Riau, Muspidauan, mengatakan, kedua tersangka ditahan selama 20 hari ke depan. "Tersangka M dan AH ditahan selama 20 hari," ujar Muspidauan.


Muspidauan menjelaskan, penahanan dilakukan untuk proses penuntutan. Penyidik akan menyusun berkas dakwaan agar perkara bisa dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru.


Kedua tersangka melakukan korupsi kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana tahun 2016 di Dispora Riau. Modusnya, tersangka memecah-megah proyek agar tidak dikerjakan melalui proses lelang. "Proyek dipecah-pecah dengan tujuan tidak dilelang," kata Muspidauan.


Kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana di Dispora Riau tahun 2016 dianggarkan dari APBD Perubahan senilai Rp21 miliar. Dari audit yang dilakukan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Riau menemukan penyimpangan Rp3,6 miliar. "Kerugiannya Rp3,6 miliar," kata Muspidauan.


Dari kerugian itu, telah dikembalikan sebesar Rp2 miliar. "Sebesar Rp1,6 miliar dikembalikan langsung ke kas daerah dan Rp400 juta disita kejaksaan," kata Muspidauan.


Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1), jo Pasal 3, Jo Pasal 12 huruf (i) Undang-undang (UU) Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.ck/nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu