Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Kedua

    barang siapa mengenal yang tersebut,
    tahulah ia makna takut.

    barang siapa meninggalkan sembahyang,
    seperti rumah tiada bertiang.

    barang siapa meninggalkan puasa,
    tidaklah mendapat dua temasya.

    barang siapa meninggalkan zakat,
    tiadalah hartanya beroleh berkat.

    barang siapa meninggalkan haji,
    tiadalah ia menyempurnakan janji.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Bantah Terima Rp30 Juta, Hakim Bentak Mantan Sekda Dumai PDF Cetak Email
Kamis, 27 September 2018 19:34

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Mantan Sekda Kota Dumai Said Mustafa menjadi saksi dugaan korupsi dana penanggulangan kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) tahun 2014, dengan terdakwa Mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai, Noviar Indra Putra Nasution, Kamis (27/9/18) di  Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

 


Dihadapan majelis hakim yang dipimpin Bambang Myanto SH ini, Mustafa dikonfrontir terkait adanya menerima uang Rp30 juta dari terdakwa Suherlina. Berdasarkan keterangan Suherlina, dia pernah memberikan uang tersebut kepada Mustafa.


"Saya tidak ada menerima uang dari terdakwa Suherlina,"kata Mustafa.


Namun keterangan Mustafa itu tidak diterima begitu saja oleh anggota hakim Suryadi SH. Dia terus mencerca Mustafa, bahwa Suherlina pernah menyerahkan uang yang diminta oleh saksi.


"Kamu jangan bohong, jujur saja. Tidak ada gunanya,"bentak hakim.


Akan tetapi Mustafa terus bertahan dengan pendiriannya."Benar pak hakim, saya tidak ada (menerima-red),"jelasnya.


Suryadi yang merasa dipermainkan, meminta jaksa untuk menyelidiki kasus ini kembali."Kalau perlu tingkatkan ke penyidikan secepatnya,"sebut Suryadi.


Dalam kasus ini, selain Noviar dua terdakwa lainnya yakni, Suherlina selaku Sekretaris dan Widiawati selaku Bendahara. Jaksa penuntut umum (JPU) Maiman SH dan Novri SH dari Kejaksaan Negeri Kota Dumai dalam dakwaannya menyebutkan, dana bantuan tersebut dipergunakan untuk kegiatan membeli masker, makanan minuman dan honor sebesar Rp750 juta.


Namun, saat dicek ternyata anggaran belanja tidak sesuai. Hasil penyelidikan, penyaluran anggaran yang terbagi dua tahap, yakni Rp150 juta tahap pertama dan sisanya di tahap kedua.


Disinyalir adanya penyimpangan. Berdasarkan hasil audit, ditemukan kerugian negara sebesar Rp219 juta.


Atas perbuatannya, ketiga terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) jo Pasal (3), jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 30 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.nor





 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Supaya iman tidak berkisar
Supaya hidup tidak terlantar
Bila mati tidak tercemar
Masuk ke dalam syurga bersinar