Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Pertama

    barang siapa tiada memegang agama,
    sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.

    barang siapa mengenal yang empat,
    maka ia itulah orang ma'rifat barang siapa mengenal allah,
    suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.

    barang siapa mengenal diri,
    maka telah mengenal akan tuhan yang bahari.

    barang siapa mengenal dunia,
    tahulah ia barang yang terpedaya.

    barang siapa mengenal akhirat,
    tahulah ia dunia melarat.




Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Suap Penerimaan PTT, Jaksa Tuntut Oknum Diskes Pelalawan 4 Tahun Penjara PDF Cetak Email
Rabu, 12 September 2018 20:59

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Yulia Fitri, onum PNS di Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dituntut jaksa selama empat tahun penjara terkait suap penerimaan pegawai tidak tetap (PTT).

 


Jaksa penuntut umum (JPU) Dyofa Yudhistira SH, pada sidang Rabu (12/9/18) menyatakan, Yulia terbukti melanggar Pasal 3 jo Pasal 12 huruf e Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan terdakwa hukuman pidana penjara selama 4 tahun. Menghukum terdakwa dengan membayar denda sebesar Rp 200 juta atau subsider 6 bulan penjara,"kata jaksa.


Atas tuntutan hukuman tersebut, terdakwa akan mengajukan pembelaan (pledoi) kepada majelis hakim yang dipimpin Dahlia Panjaitan SH. Sidang dilanjutkan pekan depan.


Pada persidangan sebelumnya, jaksa menghadirkan dua orang saksi korban. Keduanya adalah, Suisnawati dan Jumiati.


Di hadapan hakim, kedua korban mengaku memberikan uang kepada Yulia sebesar Rp90 juta. Rinciannya, Suisnawati memberikan Rp30 juta dan Jumiati Rp60 juta.


Jumiati dijanjikan oleh Yulia akan menjadi PNS di Diskes Pelalawan, pada tahun 2015 silam."Namun setelah uang diberikan, saya tidak lulus dan tidak pernah menjadi pegawai,"katanya.


Parahnya lagi Jumiati, uang yang diberikannya kepada Yulia itu tidak pernah dikembalikan terdakwa. Ketika itu terdakwa selalu mengelak dan sulit dihubungi.


Hal senada juga diungkapkan oleh Suisnawati. Menurutnya, terdakwa menjanjikannya menjadi pegawai tidak tetap (PPT) di Diskes Pelalawan."Tetapi kalau mau cepat lulusnya, harus pakai uang,"kata Suisnawati menirukan ungkapan terdakwa ketika itu.


Awalnya kata Suisnawati dia memberikan uang sebesar Rp5 juta kepada Yulia. Namun kemudian, Yulia minta tambahan Rp25 juta, hingga total yang diberiakn sebanyak Rp30 juta.


Akan tetapi, setelah uang diberikan kepada terdakwa di rumahnya itu, Suisnawati tidak kunjung diangkat menjadi PTT. Bahkan saat ditemui, Yulia selalu mengelak dengan berbagai alasan.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang