Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal Keempat

    hati kerajaan di dalam tubuh,
    jikalau zalim segala anggota pun roboh.

    apabila dengki sudah bertanah,
    datanglah daripadanya beberapa anak panah.

    mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
    di situlah banyak orang yang tergelincir.

    pekerjaan marah jangan dibela,
    nanti hilang akal di kepala.

    jika sedikitpun berbuat bohong,
    boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.

    tanda orang yang amat celaka,
    aib dirinya tiada ia sangka.

    bakhil jangan diberi singgah,
    itupun perampok yang amat gagah.

    barang siapa yang sudah besar,
    janganlah kelakuannya membuat kasar.

    barang siapa perkataan kotor,
    mulutnya itu umpama ketur.

    di mana tahu salah diri,
    jika tidak orang lain yang berperi.



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Korupsi Dana Desa Rp274 Juta, Mantan Camat Kampar Utara Divonis 1,5 Tahun Penjara PDF Cetak Email
Selasa, 14 Agustus 2018 14:26

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Iskandar, mantan Camat Kampar Utara, Kabupaten Kampar, akhirnya divonis majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru selama 1 tahun dan 6 bulan penjara terkait dugaan korupsi dana desa sebesar Rp274 juta.

 

Sidang pembacaan amar putusan ini dibacakan oleh majelis hakim Dahlia Panjaitan SH, Selasa (14/8/18). Terdakwa terbukti melanggar pasal 3 junto pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 

"Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 1 tahun dan 6 bulan penjara, dipotong masa tahanan,"kata hakim.

 

Selain itu, hakim juga meminta terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp50 juta. Jika tidak dibayar, maka dapat diganti dengan satu bulan penjara.

 

Hakim juga mengharuskan terdakwa Iskandar agar membayar uang pengganti (UP) kerugian negara sebesar Rp274 juta. Apabila tidak dibayar, dapat diganti dengan satu tahun penjara.

 

Atas vonis, terdakwa langsung menerimanya. Sementara jaksa menyatakan pikir-pikir.Sebelumnya, JPU BP Ginting SH menuntut terdakwa selama dua tahun penjara.

 

Dugaan korupsi itu terjadi  tahun 2015. Ketika itu terdakwa selaku Camat Kampar Utara juga menjadi pejabat sementara (Pjs) empat kepala desa (Kades) yakni, Kampung Panjang, Sungai Jalau, Muara Jalai dan Sei Tonang.

 

Ketika itu empat desa mendapatkan Dana Desa bersumber dari APBN 2015 dengan total Rp628 juta. Setiap desa mendapatkan anggaran yang bervariasi.

 

‎‎Naman pada saat pencairan dana di bank Cabang Bangkinang, sebagian Dana Desa disimpan oleh Iskandar. Selanjutnya dana tersebut dimasukkan ke dalam rekening pribadinya.

 

Dana itu, untuk pengadaan barang dan jasa di empat desa. Kemudian juga untuk kegiatan fisik seperti semenisasi. Oleh terdakwa langsung menunjuk pelaksana kegiatan. Terdakwa juga melakukan mark-up atas anggaran setiap kegiatan.Berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Riau, ditemukan kerugian negara sebesar Rp274.959.700.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang