Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Suap PTT Diskes Pelalawan, Dua Korban Akui Beri Uang PDF Cetak Email
Selasa, 14 Agustus 2018 09:16

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM- Dugaan suap dalam penerimaan pegawai tidak tetap (PTT) di Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan dengan terdakwa dua oknum ASN, Yulia Fitri dan Abdul Wahab, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

 

 

 

Pada persidangan yang dipimpin majelis hakim Dahlia Panjaitan SH, Senin (13/8/18) petang, menghadirkan dua orang saksi korban. Keduanya adalah, Suisnawati dan Jumiati.


Di hadapan hakim, kedua korban mengaku memberikan uang kepada Yulia sebesar Rp90 juta. Rinciannya, Suisnawati memberikan Rp30 juta dan Jumiati Rp60 juta.


Jumiati dijanjikan oleh Yulia akan menjadi PNS di Diskes Pelalawan, pada tahun 2015 silam."Namun setelah uang diberikan, saya tidak lulus dan tidak pernah menjadi pegawai,"katanya.


Parahnya lagi Jumiati, uang yang diberikannya kepada Yulia itu tidak pernah dikembalikan terdakwa. Ketika itu terdakwa selalu mengelak dan sulit dihubungi.


Hal senada juga diungkapkan oleh Suisnawati. Menurutnya, terdakwa menjanjikannya menjadi pegawai tidak tetap (PPT) di Diskes Pelalawan."Tetapi kalau mau cepat lulusnya, harus pakai uang,"kata Suisnawati menirukan ungkapan terdakwa ketika itu.


Awalnya kata Suisnawati dia memberikan uang sebesar Rp5 juta kepada Yulia. Namun kemudian, Yulia minta tambahan Rp25 juta, hingga total yang diberiakn sebanyak Rp30 juta.


Akan tetapi, setelah uang diberikan kepada terdakwa di rumahnya itu, Suisnawati tidak kunjung diangkat menjadi PTT. Bahkan saat ditemui, Yulia selalu mengelak dengan berbagai alasan.


Atas perbuatan kedua terdakwa itu, jaksa penuntut umum (JPU) Dyalova SH dan Martalius SH menjeratnya dengan pasal 12 huruf a Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.nor

 

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda intan di karang
Pantun Melayu jangan dibuang
Di dalamnya banyak amanah orang
Untuk bekalmu di masa datang