Gurindam 12 Raja Ali Haji

  • Pasal keenam

    cahari olehmu akan sahabat,
    yang boleh dijadikan obat.

    cahari olehmu akan guru,
    yang boleh tahukan tiap seteru.

    cahari olehmu akan isteri,
    yang boleh menyerahkan diri.

    cahari olehmu akan kawan,
    pilih segala orang yang setiawan.

    cahari olehmu akan abdi,
    yang ada baik sedikit budi,



Error
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
  • Unable to load Cache Storage:file
Jaksa Tuntut Berbeda Tiga Terdakwa Korupsi Pembangunan Jembatan Sungai Enok PDF Cetak Email
Kamis, 09 Agustus 2018 21:20

PEKANBARU,RIAUPLUS.COM-Tiga kontraktor yang menjadi terdakwa dugaan korupsi pembangunan jembatan Sungai Enok, Indragiri Hilir (Inhil) dengan kerugian negara Rp 2,1 miliar, dituntut berbeda oleh Jaksa.

 


Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sumriadi SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir (Inhil) menyebutkan, ketiga terdakwa itu yakni, Taufiq selaku Direktur PT Ramadhan Raya, perusahaan pelaksana pekerjaan proyek pembangunan Jembatan Sungai Enok tahun 2013.


Kemudian Herli Rani, Direktur PT Ramadhan Raya, pengerjaan proyek tahun 2014 (pekerjaan lanjutan) dan Mifta, selaku Konsultan Teknik. Dalam amar tuntutan JPU, pada sidang Kamis (9/8/18) menyatakan, terdakwa Taufik dituntut hukuman pidana penjara selama 7 tahun denda Rp 200 juta subsider 6 bulan.


"Terdakwa Herli Rani, dituntut hukuman selama 6 tahun 6 bulan (6,5 tahun-red) serta denda Rp 200 juta subsider 6 bulan. Terdakwa Mifta dituntut hukuman penjara selama 5 tahun dam denda Rp 200 juta atau subsider 6 bulan penjara,"katanya.


Selain itu, Mifta juga dibebankan membayar uang kerugian negara sebesar Rp134 juta subsider 3 bulan. Sedangkan pengganti kerugian negara kepada terdakwa Taufik dan Berlin Rani, belum dibebankan. Karena kedua terdakwa masih tersangka dalam perkara pidana lain.


Perbuatan ketiga terdakwa terbukti melanggaryang Pasal 2 jo Pasal 8 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana. Atas tuntutan hukuman tersebut, dihadapan majelis hakim yang diketuai Bambang Myanto. Ketiga terdakwa berencana akan mengajukan pembelaan.


Tindak Pidana Korupsi ini berawal pada tahun 2013 lalu. Saat pelaksanaan pembangunan Jembatan Sungai Enok, di Kecamatan Enok, Inhil. Proyek pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Inhil dengan dana APBD tahun 2013 yang dilaksanakan oleh PT Ramadhan Raya sebagai perusahaan penyedia barang atau jasa dengan nilai kontrak addendum pertama sebesar Rp.9.997.465.000 yang dilakukan oleh terdakwa Taufik.


Selanjutnya, untuk pengerjaan lanjutan tahun 2014. direktur PT Ramadhan Raya dijabat oleh Herli Rani.Dalam pelaksanaannya, pembangunan Jembatan Enok selama 4 tahun, 2011, 2012, 2013 dan 2014- dengan menggunakan anggaran APBD Inhil tersebut.Terdapat penyimpangan dalam pelaksanaannya, yang mana pekerjaan proyek tidak lagi sesuai bestek. Sehingga menimbulkan kerugian negara sekitar Rp2,1 miliar.nor

 

Galeri Foto

MUNAS APPSI V 2015 di Makassar, Plt Gubri Dukung Tunas Integritas

article thumbnail

Tunjuk Ajar Melayu Tenas Effendy

Wahai ananda kekasih ibu
Pakai olehmu pantun Melayu
Di dalamnya banyak mengandung ilmu
Manfaatnya besar untuk bekalmu